Pemprov Babel Bakal Tambah Modal di Dua Bank Ini

Hafiz Wow    •    Senin, 09 November 2020 | 14:22 WIB
Lokal
Caption: Rapat Paripurna penyampaian empat Raperda Inisiatif di Ruang Rapat Paripurna DPRD Babel, Senin (9/11/2020). (fiz/wb)
Caption: Rapat Paripurna penyampaian empat Raperda Inisiatif di Ruang Rapat Paripurna DPRD Babel, Senin (9/11/2020). (fiz/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar Rapat paripurna penyampaian Raperda inisiatif tentang Kepariwisataan dan Raperda inisiatif tentang Peningkatan Kualitas Anak oleh Bapemperda DPRD Babel, Senin (9/11/2020).

Bertempat di ruang Paripurna DPRD Provinsi Babel, rapat ini juga membahas Raperda Penyertaan Modal Pemprov Kepada PT. BPD Sumsel Babel dan PT. Bank Syariah Babel oleh Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Dari inisiatif pemerintah itu ada dua (Raperda--red) yaitu masalah penyertaan modal pada PT Bank Pembangunan Daerah Sumsel Babel, dan yang kedua adalah PT Bank Syariah Babel. Dua hal ini kita melihat bahwa sudah sejak lama Provinsi Babel tidak melakukan penambahan penyertaan modalnya. Dan hari ini berdampak sekali terhadap deviden yang diterima oleh Pemprov," ungkap Wakil Gubernur Bangka Belitung, Abdul Fatah, Senin (9/11/2020).

Abdul Fatah mengatakan dampak dari belum adanya penyertaan modal, yakni deviden yang biasanya cukup besar diterima Provinsi Babel menjadi deflasi. Selama tujuh tahun, mulai dari 2012 hingga saat ini, Provinsi Babel belum menyertakan modal tambahan. Dengan hal tersebut, untuk mendapatkan deviden yang lebih besar harus disertakan modal tambahan.

"Mulai dari tahun 2021 kita mulai menyertakan modal tambahan itu. Mudah-mudahan dengan hal itu akan menambah deviden yang diterima oleh Pemprov Babel. Semuanya dilakukan, karena kita ingin ada pergerakan pengembangan ekonomi di Babel. Termasuk diantaranya masalah redistribusi tentang penguatan kualitas anak dan juga mengenai hal kepariwisataan," ujarnya.

Ia menilai dua Raperda tentang Peningkatan Kualitas Anak dan Kepariwisataan dianggap penting bagi kemajuan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hal tersebut perlu diatur agar dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Babel.

"Kita harapkan empat Raperda ini muatan terakhir tahun 2020 dan dapat disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda)," tukasnya. (fiz/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL