UBB dan Pemkab Belitung Bahas Pendirian Kampus dan Pusat Penelitian di Pulau Belitung

Jurnalis_Warga    •    Senin, 09 November 2020 | 17:30 WIB
Lokal
Rektor Universitas Bangka Belitung (UBB) Dr Ibrahim Msi melakukan Penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) dengan Bupati Belitung, H. Sahani Saleh di Bidang Pendidikan, Penelitian, Pengembangan dan Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan, Jumat (6/11/2020) malam di Pandan House Restaurant, Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung.(ist)
Rektor Universitas Bangka Belitung (UBB) Dr Ibrahim Msi melakukan Penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) dengan Bupati Belitung, H. Sahani Saleh di Bidang Pendidikan, Penelitian, Pengembangan dan Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan, Jumat (6/11/2020) malam di Pandan House Restaurant, Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung.(ist)

TANJUNGPANDAN,www.wowbabel.com -- Rektor Universitas Bangka Belitung (UBB) Dr Ibrahim Msi melakukan Penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) dengan Bupati Belitung, H. Sahani Saleh di Bidang Pendidikan, Penelitian, Pengembangan dan Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan, Jumat (6/11/2020) malam di Pandan House Restaurant, Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung.

Pada kepimpinan Rektor ke-3 UBB ini, Ibrahim berkomitmen akan lebih mempererat silaturahmi dengan semua pemangku kepentingan di setiap daerah khususnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dengan program Kementerian Pendidkan dan Kebudayaan yakni kurikulum merdeka belajar kampus merdeka, UBB memulai dengan citra baru untuk berorientasi dan mengoptimalkan tri dharma perguruan tinggi tidak sebatas lokal atau Pulau Bangka saja, namun akan merambat semua kegiatannya di Pulau Belitung juga.

Kerja sama ini dijalin selaras dengan visi dan misi UBB untuk terus meningkatkan kerja sama dengan pemangku kepentingan di tingkat lokal, nasional dan internasional untuk mengembangkan dan penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi dalam pembangunan yang berkelanjutan di masyarakat, khususnya peningkatan pembangunan dan kualitas sumber daya manusia yang ada di Belitung.

Ibrahim menyadari di awal pendirian UBB dimungkinkan akan terwujud berdirinya fakultas di Belitung, namun kendala regulasi terkait legalitas dari pemerintah pusat, Ia berkomitmen untuk bergerak cepat dan membicarakan hal tersebut kembali ketingkat pusat. Bahkan menurut Ibrahim ada celah yang bisa dicari dengan melakukan improvisasi, dimana dengan program kementerian dimasa pandemi ini membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk mendirikan program studi di luar kampus.

“Pak Dirjen maupun Pak Menteri membuka peluang untuk kita melakukan improvisasi membuka program studi yang bahkan tidak ada di dalam nomentraturnya Dikti itu diperbolehkan, sejauh punya kerja sama, sejauh bisa meyakinkan,” terang Ibrahim.

Sambil proses ini berjalan, UBB telah mengoptimalkan serta mengalihkan kegiatan akademiknya ke Pulau Belitung dalam hal pengembangan keilmuan, praktikum dan kegiatan lainnya. Program studi yang relevan dikembangkan di Pulau Belitung diantaranya aquakultur, ilmu kelautan serta sumber daya perairan, dan tentu perlu adanya dukungan dari pemerintah daerah terkait sumber daya yang tersedia.



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL