Stop Golput untuk Pilkada Cerdas, Demi Pemimpin Berkualitas

Zaid Wahidin, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung.(ist)
Zaid Wahidin, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung.(ist)

Oleh: Zaid Wahidin, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung


Pemilihan kepala daerah (Pilkada) adalah suatu proses sistem pemilihan untuk memilih kepala daerah beserta wakilnya yang dilakukan secara langsung dan demokratis oleh penduduk administratif yang telah memenuhi persyaratan memilih dalam pilkada untuk memilih dan untuk menentukan masing-masing kepala daerah dan wakil kepala daerah sesuai pilihannya. 

Pilkada sendiri ditujukan untuk pemilihan kepala daerah yang mencakup gubernur dan wakil gubernur untuk provinsi, bupati dan wakil bupati untuk kabupaten, serta wali kota dan wakil wali kota untuk kota.

Pada keikutsertaan peserta pencalonan kepala daerah dan wakil kepala daerah dalam pilkada, masing-masing calon diusulkan oleh partai politik dan gabungan partai poltik. Ketentuan ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004. Namun ketentuan tersebut kemudian diubah oleh Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 yang menyatakan bahwa para peserta pilkada juga bisa berasal dari pasangan calon perseorangan yang didukung oleh sejumlah orang, hadirnya Undang-Undang ini dimaksudkan untuk menindaklanjuti sebuah keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatalkan beberapa pasal menyangkut para peserta pilkada dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 yang mengharuskan peserta pencalonan pilkada diusulkan oleh partai politik dan gabungan partai politik.

Jumlah calon yang ikut dalam penyelenggaraan pilkada berjumlah dua atau lebih dari dua pasangan calon, banyak atau tidaknya calon kepala daerah dan wakil kepala daerah itu ditentukan dari seberapa banyak pula orang yang ingin ikut serta untuk mencalonkan dirinya sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah pada masing-masing setiap daerah yang akan melaksanakan pilkada.

Pada tahun ini tepatnya tanggal 9 desember 2020 atau kurang lebih 1 bulan lagi di Indonesia akan dilaksanakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara serentak. Pilkada serentak di Indonesia bukan lah hal yang pertama kalinya dilakukan, sistem pemilihan kepala daerah secara serentak pada tahun 2020 merupakan yang keempat kalinya diselenggarakan di Indonesia, dimana sebelumnya pernah dilakukan pada tahun 2015, 2017 dan 2018. Selain dilakukan secara serentak, suasana pilkada tahun ini juga dilakukan pada masa pandemi Covid 19. Pelaksaan pilkada tahun ini dilakukan untuk kepemimpinan kepala daerah dan wakil kepala daerah yang masa jabatannya berakhir pada tahun 2021 nanti.



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL