Ini Loh Bentuk Kekecewaan The Power Of Emak-emak Asal Matras

Puluhan emak-emak sembari memegang poster berbagai tulisan, minta keadilan kepada pemerintah daerah, tidak tanggung-tanggung mereka minta keadilan kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, supaya dapat menyelesaikan permasalahan yang sudah bertahun-tahun terjadi di daerah itu.(dwi/wb)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com - Tiga hari berada di salah satu pondok bersama suami dan rekan-rekan nelayan lainnya, tidak menyurutkan niat dan nurani emak-emak asal Kelurahan Matras, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka memperjuangkan priuk nasi mereka dari aktivitas kapal isap produksi (KIP). 

Puluhan emak-emak sembari memegang poster berbagai tulisan, minta keadilan kepada pemerintah daerah, tidak tanggung-tanggung mereka minta keadilan kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, supaya dapat menyelesaikan permasalahan yang sudah bertahun-tahun terjadi di daerah itu. 

"Tolong kami Pak Jokowi, kami ini rakyat mu, minta keadilan untuk pencaharian kami," teriak emak-emak di Sungailiat, Rabu (11/11/2020). 

"Kemana pejabat daerah ini, ketika mau maju minta bantu rakyat, tapi sekarang rakyat lagi butuh bantuan tidak ada sama sekali," ucap mereka lantang.

Tidak hanya itu, tidak puas dengan aparat keamanan, puluhan emak-emak ini pun berorasi di depan posko aparat keamanan sembari membawa poster dan berteriak minta keadilan. 

"Kami bukan teroris pak, kami hanya rakyat yang minta keadilan, kenapa berhadapan dengan anggota bersenjata di tengah laut sana," teriak emak-emak lagi. 

"Kami rela lakukan apa pun demi memperjuangkan hak-hak kami sebagai rakyat, di penjara pun tidak apa jika itu perlu dilakukan," ucap mereka. 

Pantauan wowbabel.com di lapangan, aksi emak-emak ini diterima Kabag Ops Polres Bangka, AKP Teguh Setiawan Sik, namun beliau tidak bisa apa-apa dan tanpa banyak kata, hanya minta emak-emak tersebut untuk bersabar. 

Puluhan emak-emak ini rela tidak masak di rumah sudah tiga hari sejak Senin (9/11/2020) hingga Rabu (11/11/2020), mereka bertahan di pondok bersama nelayan-nelayan lainnya, dan akan tetap bertahan hingga ada penyelesaian terutama hingga KIP dipindahkan dari Perairan Matras. (dwi/wb)





TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL