Kuburan di Toboali Jadi Tempat Primadona Transaksi Narkoba

Aston    •    Rabu, 11 November 2020 | 16:43 WIB
Lokal
Seorang pelaku pengedar narkoba saat ditangkap polisi di sekitar perkuburan China Kota Toboali.(as/wb)
Seorang pelaku pengedar narkoba saat ditangkap polisi di sekitar perkuburan China Kota Toboali.(as/wb)

TOBOALI,www.wowbabel.com -- Kuburan bagi sebagian orang tempat menyeramkan terutama di malam hari. Tapi di Kota Toboali Kabupaten Bangka Selatan (Basel) Bangka Belitung, justru kuburan dijadikan lokasi primadona bagi para pemain bisnis narkotika. 

Belum lama ini, akhirnya jajaran Satres Narkoba Polres Bangka Selatan berhasil mengungkap transaksi jual beli sabu di perkuburan, tepatnya di kuburan China yang terletak di Jalan Raya Sadai Kota Toboali.

Dalam pengungkapan tersebut, Kapolres Basel, AKBP Agus Siswanto memimpin langsung operasi penangkapan bersama Kasat Narkoba Iptu Yandri C Akip. 

"Informasinya di sini memang sering dijadikan transaksi narkotika, maka saya perintahkan Kasat untuk melidik kebenaran informasi itu. Apresiasi anggota saya berhasil melakukan penyelidikan dan operasi penangkapan saya pimpin langsung bersama Pak Kasat," ujar AKBP Agus Siswanto. 

Dalam operasi itu, polisi berhasil mengamankan satu orang tersangka bernama Ceming alias Ming Ming warga keturunan Tionghoa yang menetap di perkampungan mayoritas umat keturunan Tionghoa di Jalan Teladan Baru, Toboali. 

Dari tangan tersangka yang hendak melakukan transaksi jual beli tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti diduga narkotika jenis sabu siap edar seberat 7,66 gram yang dikemas dalam plastik kecil sebanyak 15 bungkus. 

"Di lokasi penangkapan didapati dari tangan tersangka paketan sabu siap edar ukuran besar. Kemudian kita lakukan penggeledahan lagi di kediaman tersangka di Jalan Teladan Baru dan kembali didapati paket sabu sebanyak empat bungkus dari kamar tersangka," ungkap AKBP Agus. 

Disamping itu turut diamankan barang bukti diantaranya dua buah sekop plastik, dua pak plastik bening kecil, satu buah timbangan digital, satu unit sepeda motor, satu unit Handphone, dan uang sebesar Rp 1.150.000. 

Tersangka kuat dugaan merupakan jaringan lembaga permasyarakatan (Lapas). Hal itu berdasarkan pengakuan tersangka bahwa barang haram tersebut didapati dari temannya yang kini masih mendekam di balik jeruji besi. Dan Pihak kepolisian masih menyelidiki pengakuan tersangka.(as/wb)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL