Ratusan Nelayan Berdoa, KIP Segera Pergi Dari Matras

Caption: Ratusan masyarakat nelayan dari Pesaren dan Tuing Kecamatan Belinyu, Aik Antu Dusun Bedukang Kecamatan Riau Silip hingga Kecamatan Sungailiat, menggelar doa bersama di pinggir Pantai Matras Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Rabu (11/11/2020). (dwi/wb)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Ratusan masyarakat nelayan dari Pesaren dan Tuing Kecamatan Belinyu, Aik Antu Dusun Bedukang Kecamatan Riau Silip hingga Kecamatan Sungailiat, menggelar doa bersama di pinggir Pantai Matras Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Rabu (11/11/2020).

Aksi doa bersama ini dilakukan nelayan dikarenakan aksi-aksi sebelumnya seperti mendatangi kapal isap produksi (KIP), mengikuti pertemuan dengan kepolisian, perwakilan PT Timah Tbk serta lainnya tidak ada kesepakatan. 

"Jadi kami berdoa ini memohon kepada Allah SWT, supaya masalah ini segera selesai, khususnya KIP tidak beroperasi disini," kata salah seorang tokoh masyarakat dan tokoh agama Kelurahan Matras, Sopian usai memimpin doa bersama di Pantai Matras Sungailiat, Rabu (11/11/2020). 

"Karena masalah sudah kami sampaikan ke pemimpin di daerah ini, tapi tidak ada penyelesaian sama sekali. Jadi, kami minta penyelesaiannya kepada Allah SWT saja," ujarnya. 

Lanjutnya, selain doa bersama ratusan nelayan juga akan menggelar Sholat Tahajut bersama di pinggir Pantai Matras, agar doa dan permohonan bisa segera dikabulkan Allah SWT.

"Kami malam ini akan menggelar Sholat Tahajut, supaya nanti laut ini tidak rusak demi anak cucu kami para nelayan," jelas Sopian. 

Pantauan wowbabel.com di lapangan, ratusan warga terdiri dari laki-laki, ibu-ibu dan anak-anak berdoa bersama dipimpin tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat, dibawah terik matahari. 

Dalam doa tersebut, masyarakat nelayan berharap permasalahan antara perusahaan dengan nelayan dapat segera diselesaikan dengan tidak adanya aktivitas tambang di Perairan Matras, sebab jika aktivitas tambang berlangsung maka akan merusak perairan dan tidak ada lagi kawasan tangkap bagi generasi penerus bagi nelayan. (dwi/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL