Aksi Solidaritas Tolak KIP, Ratusan Nelayan dan Masyarakat Kumpulkan Tanda Tangan

Dwi H Putra    •    Jumat, 13 November 2020 | 15:23 WIB
Lokal
Caption: Nelayan dan masyarakat yang menolak KIP membubuhkan tandatangan sebagai bentuk penolakan di Pantai Matras, Jumat (13/11/2020).(dwi/wb)
Caption: Nelayan dan masyarakat yang menolak KIP membubuhkan tandatangan sebagai bentuk penolakan di Pantai Matras, Jumat (13/11/2020).(dwi/wb)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Ratusan masyarakat nelayan mulai dari Pesaren dan Tuing, Kecamatan Belinyu serta Dusun Aik Antu dan Dusun Bedukang, Kecamatan Riau Silip, hingga Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus beraksi menolak adanya aktivitas tambang yang dilakukan kapal isap produksi (KIP) milik mitra PT Timah Tbk di Perairan Matras Sungailiat, Jumat (13/11/2020) siang. 

Pata nelayan dan masyarakat yang menyuarakan tidak ingin objek wisata yang sudah memperkenalkan Bangka keluar daerah, diganggu aktivitas pertambangan, membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk penolakan. 

Tidak hanya membubuhkan tanda tangan, massa aksi pun berorasi dengan membawa sejumlah spanduk penolakan. 

"Kemana wakil kami baik di pemerintah daerah atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), sudah lima hari tidak ada satu pun yang datang menanggapi keluhan kami," teriak massa aksi di Pantai Matras Sungailiat, Jumat (13/11/2020). 

"Mana janji anda ketika berkampanye, kalau Matras tidak boleh ada KIP dan penambangan, ingat anda duduk karena suara rakyat," ujar massa. 

Lagi-lagi aksi massa yang terdiri dari laki-laki, perempuan dan anak-anak, berteriak minta keadilan tidak hanya kepada wakil rakyat daerah, tapi berteriak lantang minta bantuan kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, untuk bisa turun tangan langsung menyelesaikan permasalahan yang tidak selesai sejak bertahun-tahun lalu. 

"Keluar pak Bupati jangan sembunyi, jangan tidur, lihat rakyat mu ini," teriak ibu-ibu serentak. 

"Tolak KIP, selamatkan priuk nasi kami ini," teriak mereka lantang. 

Diketahui aksi massa menolak aktivitas tambang laut di Perairan Matras Sungailiat berlangsung sejak Senin (9/11/2020) kemarin hingga saat ini, aksi akan terus berlangsung hingga KIP tidak ada lagi di Perairan Matras dengan waktu yang tidak diketahui kapan. (dwi/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL