Iskandar Ketiban Rezeki di Bekas Beroperasinya KIP

Jurnalis_Warga    •    Jumat, 13 November 2020 | 17:01 WIB
Lokal
Caption: Ikan Duri Hasil Tangkapan Iskandar. (IST)
Caption: Ikan Duri Hasil Tangkapan Iskandar. (IST)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Iskandar bersama nelayan yang berada di Kapal KM Adi Jaya 01 tak menyangka akan ketiban rezeki bisa menangkap 10 ton ikan duri di kawasan Perairan Air Kantung, Sungailiat. 

Ia menceritakan, mereka menjaring ikan tak jauh hanya sekitar 1-2 mil dari bibir pantai di Kawasan perairan Air Kantung, Sungailiat. Dimana lokasi penangkapannya itu menurutnya merupakan bekas beroperasinya Kapal Isap Produksi (KIP). 

“Kemungkinan besar ikan duri itu bertelur di situ karena itu berlumpur bekas camui, karena wilayah itu bekas KIP saya enggak tau itu KIP Timah atau mitra, sehingga pada saat musim teduh ikan ini akan muncul,” katanya. 

Menurut Iskandar, ikan duri memang senang bertelur di perairan yang keruh, pihaknya sebelumnya memang sudah kerap mengamati ikan yang bermain di kawasan bekas beroperasinya KIP ini. Setelah melihat tanda-tanda adanya ikan, mereka langsung menurunkan jaringnya. 

“Sekitar 10 ton satu kali tangkap itu kemarin, dan itu tidak jauh hanya sekitar 1-2 mil dari bibir pantai. Sebelumnya kami amati dulu ada ikan yang muncul ke permukaan disaat musim teduh ini, jadi kami langsung kelilingi pakai jaring pas diangkat 10 ton hasilnya,” ujarnya. 

Menurutnya, dengan kondisi laut yang berlumpur itu memberikan berkah tersendiri bagi Ia dan rekan-rekannya. Baginya, tak masalah jika laut ditambang pasalnya juga memberikan keuntungan bagi dirinya sebagai nelayan. 

“Rezeki itu sudah diatur, bagi saya KIP mau kerja silakan saja, kami memang kadang melautnya jauh, tapi ini rezeki Cuma 1-2 mil bisa dapat 10 ton dan itu di bekas beroperasi KIP, yang penting kapal yang berproduksi itu enggak ilegal,” katanya. 

Menurutnya, dengan alat tangkap yang dimilikinya Ia tak merasa terganggu dengan hasil tangkapan ikan meskipun ada KIP yang beroperasi. Kendati demikian, menurutnya semua ini harus disikapi dengan bijak.

“Kalau kami enggak ada pengaruh masalah KIP mau kerja atau enggak, kalau ke nelayan tradisional kami enggak tau lah ya. Yang jelas, kalau kami ini tidak merasa tergaggu dengan KIP kalau mau nangkap ikan,” jelasnya.

Sayangnya, Ia enggan menyebutkan berapa keuntungan yang diraihnya dengan berhasil menangkap 10 ton ikan duri di lokasi bekas beroperasinya KIP.

“Adalah rezekinya, semoga nanti bisa nangkap lebih banyak ikan lagi di bekas kerjanya KIP, karena biasanya bulan satu dan dua itu sudah mulai lagi banyak tangkapannya,” tutupnya. (ril/*)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL