Lima Hari Bertahan, Aksi Damai Tolak KIP Tak Tahu Sampai Kapan

Dwi H Putra    •    Jumat, 13 November 2020 | 16:54 WIB
Lokal
Caption: Salah satu nelayan yang menyuarakan penolakan KIP di Laut Matras. (dwi/wb)
Caption: Salah satu nelayan yang menyuarakan penolakan KIP di Laut Matras. (dwi/wb)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Aksi damai yang dilakukan masyarakat nelayan di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), untuk menolak aktivitas tambang yang dilakukan kapal isap produksi (KIP) di Perairan Matras Sungailiat, sudah berlangsung selama lima hari. 

Ratusan nelayan terus bertahan di salah satu pondok, dengan melakukan segala aktivitas di tempat itu seperti memasak, makan, salat dan sebagainya. 

"Hari ini kami melakukan aksi solidaritas mengumpulkan tanda tangan, bahwa tidak hanya nelayan namun masyarakat biasa juga menolak adanya aktivitas tambang disini," kata salah seorang perwakilan nelayan Aik Antu Dusun Bedukang, Juliadi di Pantai Matras, Jum'at (13/11/2020). 

"Ini sudah lima hari, aksi tidak tahu sampai kapan, yang jelas sampai KIP tidak ada di Perairan Matras ini," ujarnya. 

Lanjutnya, masyarakat nelayan meminta pemerintah untuk segera mencabut izin pertambangan yang sudah dimiliki pihak perusahaan, apalagi pemerintah sudah mengetahui penolakan aktivitas tambang di Perairan Matras ini bukan hanya sekarang, tapi sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu. 

"Kami sudah bingung mengadu, semoga apa yang kami lakukan ini bisa diketahui oleh dunia, bahwa kami hanya ingin keadilan demi mata pencaharian kami," jelas pria yang akrab disapa Ali ini. 

Pada Jum'at (13/11/2020) siang, ratusan nelayan dan masyarakat yang tidak ingin objek wisata yang sudah memperkenalkan Bangka keluar daerah, tidak diganggu aktivitas pertambangan, membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk penolakan. 

Tidak hanya membubuhkan tanda tangan, massa aksi pun berorasi dengan membawa sejumlah spanduk penolakan. 

"Kemana wakil kami baik di pemerintah daerah atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), sudah lima hari tidak ada satu pun yang datang menanggapi keluhan kami," teriak massa aksi di Pantai Matras Sungailiat, Jum'at (13/11/2020). 

"Mana janji anda ketika berkampanye, kalau Matras tidak boleh ada KIP dan penambangan, ingat anda duduk karena suara rakyat," ujar massa. 

Lagi-lagi aksi massa yang terdiri dari laki-laki, perempuan dan anak-anak, berteriak minta keadilan tidak hanya kepada wakil rakyat daerah, tapi berteriak lantang minta bantuan kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, untuk bisa turun tangan langsung menyelesaikan permasalahan yang tidak selesai sejak bertahun-tahun lalu. (dwi/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL