Jelang Akhir Masa Kampanye Potensi Pelanggaran Makin Besar

Chairul Aprizal    •    Sabtu, 14 November 2020 | 09:38 WIB
Pilkada
Caption: Ketua Bawaslu Bangka Belitung, Edi Irawan saat mengahdiri kegiatan di Bawaslu Bangka Barat, Jumat (13/11/2020). (rul/wb)
Caption: Ketua Bawaslu Bangka Belitung, Edi Irawan saat mengahdiri kegiatan di Bawaslu Bangka Barat, Jumat (13/11/2020). (rul/wb)

MUNTOK ,www.wowbabel.com -- Ketua Bawaslu Provinsi Bangka Belitung, Edi Irawan mengapresiasi kegiatan pengawasan partisipatif yang dilakukan Bawaslu Bangka Barat dengan melibatkan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)  di  di Kantor Bawaslu Bangka Barat, Jumat (13/11/2020).

Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud membangun demokrasi. Hal ini terlihat dengan keterlibatan elemen masyarakat dalam upaya meningkatkan pengawasan partisipatif yang nantinya dapat memupuk demokrasi lebih baik lagi.

"Salah satu pilar Demokrasi adalah Pemilu, dalam Undang-undang memang Bawaslu yang memilki tugas pengawasan dalam pemilu dan pilkada tapi tetap dibutuhkan bantuan masyarakat. Orientasinya membantu Bawaslu berperan  aktif mengawasi pengawasan Pilkada di Bangka Barat," kata Edi.

Saat ini, kata dia 26 hari lagi jelang pemilihan pada 9 Desember mendatang, sehingga masih tersisa 23 hari lagi bagi pasangan calon untuk berkampanye. Semakin dekat waktu pemilihan maka eskalasinya akan semakin meningkat, sehingga perlu pengawasan yang ketat.

"Di minggu terakhir tahapan kampanye itu sendiri ini tentu saja eskalasinya akan semakin meningkat. Semua calon hari ini berkompetisi untuk menang jadi segala daya dan upaya yang mereka kerahkan supaya mereka menang dalam kompetisi itu," ujarnya.

Dalam mencapai tujuannya untuk memenangkan kompetisi, tidak selamanya berjalan menurut aturan seperti bermain bola pasti ada hal hal yang dilanggar oleh pemain walaupun aturan main sudah diatur dengan baik.

"walaupun pemain sekelas pemain profesional sekalipun akan melakukan usaha untuk menang, ini yang ada indikasi pelanggaran yang mereka tentunya sudah mengetahui tapi memang mereka tetap secara sadar," ucapnya.

Edi mengakui dengan keterbatasan SDM Bawaslu tanpa melibatkan simpul-simpul masyarakat dan organisasi-organisasi tidak akan bisa melakukan pengawasan dengan baik.

"Tidak akan bisa terawasi dengan maksimal. Hal paling sangat berdampak terkait pelanggaran pelaksanaan Pilkada itu biasanya di tahapan kampanye inilah yang sering banyak terjadi pelanggaran- pelanggaran terhadap aturan pelaksanaan Pilkada," katanya. (rul/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL