LKPI Bakal Tempuh Jalur Hukum, Terkait Perda RZWP3K

Dwi H Putra    •    Sabtu, 14 November 2020 | 14:35 WIB
Lokal
Caption: Ketua LKPI RI menemui nelayan di Pantai Matras, Sabtu (14/11/2020). (dwi/wb)
Caption: Ketua LKPI RI menemui nelayan di Pantai Matras, Sabtu (14/11/2020). (dwi/wb)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Lembaga Kelautan dan Perikanan Indonesia Republik Indonesia (LKPI-RI) bakal menempuh jalur hukum terkait Peraturan Daerah (Perda) Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K), yang membuka peluang adanya aktivitas tambang oleh kapal isap produksi (KIP) milik mitra PT Timah Tbk, yang beroperasi di Perairan Matras Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). 

Ketua LKPI-RI, R Ayub, dihadapan nelayan serta pihak kepolisian yang dihadiri Kapolres Bangka, AKBP Widi Haryawan Sik, bahwa dalam hal ini pihak kepolisian tidak salah mereka hanya mengamankan kegiatan aksi yang dilaksanakan masyarakat nelayan. 

"PT Timah Tbk juga tidak salah, mereka bekerja sesuai izin, yang salah itu Gubernur dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Babel, sebab mereka yang mengesahkan dan menandatangani Perda RZWP3K," kata Ayub di Sungailiat, Sabtu (14/11/2020). 

"Maka dari itu, kami akan berusaha semaksimal mungkin menempuh jalur hukum, agar Perda RZWP3K ini direvisi, saya yakin pusat juga tidak akan tinggal diam melihat hal ini," ujarnya. 

Lanjutnya, namun saat ini apakah Gubernur dan DPRD Babel mau merevisi Perda RZWP3K ini, jika tidak maka ditempuh lewat jalur hukum. 

"Senin kami rapat di Jakarta, mungkin DPR-RI dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan datang kesini, saat ini mereka sedang meneliti RZWP3K nya," jelas Ayub. 

"Jadi, kami imbau masyarakat nelayan tidak berbuat anarkis, nelayan memilih saya sebagai panglima nelayan di negeri ini, jadi saya tidak akan tinggal diam," paparnya. 

Ditambahkannya kendati Perda RZWP3K sudah disahkan Gubernur dan DPRD Babel, jangan bersedih dan berkecil hati, tetap semangat dan berjuang melalui jalur-jalur yang semestinya.

"Kepada Kapolres Bangka saya titip masyarakat nelayan disini, mereka bukan berbuat makar, hanya menuntut keadilan saja, tolong dilindungi dan diayomi," pungkasnya. (dwi/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL