Memimpikan Lahirnya Pemimpin Bertipikal Penerobos

Jurnalis_Warga    •    Senin, 16 November 2020 | 16:29 WIB
Pilkada
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

Oleh:  Rusmin Sopian (Penulis buku yang tinggal di Toboali)


Pilkada Serentak 2020 merupakan proses demokrasi di daerah untuk mencari pemimpin daerah yang berasal dari pilihan rakyat daerah. Sebagai penguasa tertinggi di negeri ini sebagaimana amanat konstitusi, rakyat menentukan pilihannya di TPS, siapa yang akan diamanatkannya sebagai pemimpin daerah lima tahun ke depan.

Rakyat bebas menentukan pilihan dengan penuh suka cita dan tanpa paksaan. Untuk memilih siapa yang akan menjadi pemimpin, tentunya sebagai rakyat, kita menginginkan lewat Pilkada Serentak 2020 ini akan terlahirkan pemimpin daerah yang berkompetensi tinggi dan siap bekerja keras dan bekerja cerdas untuk membangun daerah dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Dan sebagai rakyat kita harus cerdas dalam memilih pemimpin daerah kita.

Banyaknya para pemilih terkategori pemilih cerdas, tentunya sangatdiharapkan mampu menghasilkan kepala daerah yang berkualitas dan berkompetensi. Hal ini menjadi sangat penting karena bobot kualitas dan kompetensi pemimpin daerah yang kelak terpilih secara demokratis sangat tergantung kepada moralitas atau kecerdasan nurani pemilihnya.

Imron Rosyadi Lektor Kepala FEB Universitas Muhammadiyah Surakarta menyebutkan bahwa pemilih yang cerdas adalah mereka yang memiliki sejumlah karakteristik perilaku dalam memilih pemimpin.

Pertama, anti money politic yakni pemilih yang menentukan pilihannya tidak karena motif imbalan materi atau menerima sejumlah uang atau pun bentuk material lainnya dari pihak atau paslon tertentu. Namun, pilihannya didasarkan atas ketajaman dan kejernihan hati nuraninya. Iming-iming sejumlah uang bagi pemilih tipe ini hanya dipandang sebagai 'godaan iman' yang segera berlalu, kemudian segera 'bertaubat' untuk kembali mengikuti suara hati nuraninya.

Kedua, pemilih bertipe cerdas, tidak asal pilih, yakni konstituen dalam memilih calon pemimpin daerahnya tidak sekedar menggugurkan hak dan kewajibannya sebagai warga daerah. Tapi memilih secara bertanggung jawab. Artinya calon pemimpin yang akan dipilih sudah diperhitungkan nya dengan matang, dan diyakini mampu membawa kemajuan, kemaslahatan dan kesejahteraan bagi daerahnya.



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL