Cabup Haji Sukirman Dilaporkan Langgar Aturan Kampanye, Ini Putusan Bawaslu Babar

Chairul Aprizal    •    Selasa, 17 November 2020 | 19:14 WIB
Pilkada
Calon Bupati Bangka Barat H Sukirman ketika memberikan klarifikasi kepada Gakkumdu.(rul/wb)
Calon Bupati Bangka Barat H Sukirman ketika memberikan klarifikasi kepada Gakkumdu.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com --  Calon Bupati Bangka Barat, H Sukirman dilaporkan ke Bawaslu Bangka Barat lantaran diduga melakukan pelanggaran karena berkampanye di luar zona dan jadwal di Dusun Belar, Desa Ibul, Kecamatan Simpang Teritip beberapa waktu lalu.

Korp Hukum, Penindakan, Pelanggaran, dan Penyelesaian Sengketa (HPPPS) Bawaslu Kabupaten Bangka Barat Erika Herlina mengakui pihaknya menerima laporan masyarakat yang melaporkan Cabup H Sukirman dengan dugaan pelanggaran di luar zona dan jadwal tersebut.

"Yang melapor atas nama masyarakat dia datang melapor didampingi kuasa hukum Agus Purnomo pada Selasa (10/11/2020) dugaan pelanggaran kampanye di luar zona atau jadwal," kata Erika dikonfirmasi, Selasa (17/11/2020).

Erika menerangkan secara aturan Bawaslu tidak diperbolehkan menolak laporan masyarakat, setelah dikaji memenuhi syarat formil dan materil.

"Setelah kami kaji baru kami plenokan dan syarat formil dan materil laporan itu terpenuhi, ditindaklanjuti karena memang ada yang melapor dan ada bukti gitu," ujarnya.

Erika menyebutkan laporan tersebut ranahnya ke pidana sehingga prosesnya didampingi Gakkumdu sejak awal dilaporkan.

"Setelah kami plenokan tentunya kami registrasi dulu baru masuk pembahasan pertama bersama Gakkumdu karena waktunya hanya tiga hari untuk penanganan pelanggaran pidana ini ketika masih kurang keterangan barulah boleh ditambah dua hari," jelas Erika.

Erika menuturkan pada tanggal 12 November 2020 diregistrasi laporan tersebut dan langsung pembahasan pertama hari itu juga kemudian besoknya mulai dilakukan klarifikasi.

"Yang dipanggil pelapor saudara Ru (inisial—red), saksinya  Sa (inisial—red), nah yang terkait karena yang punya rumah saudara Mar karena kasus itu yang terlapor ini menghadiri hajatan," ungkapnya.

"Terus yang terkait juga kami minta keterangan yang punya rumah tadi yang kami anggap, juga terkait ahli yang mengetahui pasal-pasal yang diatur oleh KPU maka yang dihadirkan Ketua KPU,” sambung Erika.

Erika menerangkan setelah itu baru dipanggil juga Cabup H Sukirman sebagai pihak yang terlapor untuk memberikan keterangan dan klarifikasinya.

"Setelah itu kami langsung masuk pembahasan yang kedua. Bukti yang disampaikan ke kami berupa foto dan kalender," kata Erika.

Erika menuturkan H Sukirman dilaporkan dugaan pelanggaran kampanye di luar zona atau jadwal, karena membagikan bahan kampanye berupa kalender paslon pada acara hajatan yang dihadirinya tersebut.

"Nah ketika kita konfirmasi ke Haji Sukirman, ternyata beliau merasa tidak membagikan dan Mar (tuan rumah--red) mengatakan tidak ada Haji Sukirman membagikan, Mar mengaku dapat kalender itu dari sopir Haji Sukirman,” tutur Erika.

Erika menyebutkan setelah diputuskan oleh Gakkumdu proses laporan tersebut dinyatakan dihentikan proses penanganan tindak pidana pemilihan.(rul/wb)




BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL