Demo Tolak KIP, Masyarakat Kurang Percaya Pemda

Dwi H Putra    •    Kamis, 19 November 2020 | 13:22 WIB
Lokal
Caption: Koordinator Daerah (Korda) BEM di Babel, Wahyu. (dwi/wb)
Caption: Koordinator Daerah (Korda) BEM di Babel, Wahyu. (dwi/wb)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melirik perjuangan warga yang menolak tambang laut di Peraitan Matras.

Secara tegas mahasiswa mendukung perjuangan nelayan, atas masuknya tambang laut menggunakan Kapal Isap Produksi (KIP) tersebut. 

Seperti diungkapkan, Koordinator Daerah (Korda) BEM di Babel, Wahyu, mengatakan pihaknya sudah beberapa hari ke Pantai Matras dan berdiskusi langsung dengan warga pesisir Matras khususnya nelayan. 

"Kami BEM, mahasiswa dari UBB, Polman dan lainnya melakukan analisa sosial di Matras. Kami melihat belum ada juga itikad baik pemda maupun PT Timah," kata Wahyu kepada wartawan di Matras, Kamis (19/11/2020). 

Lanjutnya, dari pengamatan di lapangan melihat masyarakat sekarang meminta hadirnya peran pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan ini, disinilah pemerintah diuji keberadaannya.

"Apakah pemerintah akan memihak masyarakat atau elit pengusaha. Mirisnya masyarakat kurang percaya ke pemerintah daerah," paparnya. 

Berbagai kegiatan penolakan KIP yang diinisiasi oleh masyarakat dan selanjutnya oleh mahasiswa akan melakukan kajian secepatnya, hal ini untuk melakukan tindakan lanjut ke pemda maupun PT Timah. 

"Mahasiswa di Babel dibawah BEM satu suara tentu berpihak ke masyarakat kecil. Sesama pimpinan BEM juga telah berdiskusi dan kami tegas menolak KIP di Matras," pungkas mahasiswa asal kampus IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Babel ini.(dwi/wb)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL