DKP Babel Keluarkan 11 ILP Tambak Udang Vaname

Hafiz Wow    •    Jumat, 20 November 2020 | 21:22 WIB
Lokal
Kasi Pengembangan dan Pemanfaatan Ruang Laut, Hesti Wahyuni.(fiz/wb)
Kasi Pengembangan dan Pemanfaatan Ruang Laut, Hesti Wahyuni.(fiz/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) telah memberikan 11 izin lokasi perairan (ILP) untuk tambak budidaya udang vaname.

Ditemui di ruangannya, Kasi Pengembangan dan Pemanfaatan Ruang Laut, Hesti Wahyuni mengatakan berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 37 Tahun 2020 dan Peraturan Gubernur Nomor 57 Tahun 2020, izin lokasi perairan dan pengelolaan perairan yang dilimpahkan ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Babel.

Sebelumnya, proses awal izin tambak udang tersebut berdasarkan rekomendasi TKPRD (Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah) yakni Dinas PUPR dan diketuai oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bangka Belitung.

"Setelah mendapatkan rekomendasi TKPRD perusahaan dapat mengajukan izin lokasi perairan ke DPMPTSP. Nanti DPMPTSP minta pertimbangan teknis dari DKP," ungkap Hesti saat diwawancarai, Jumat (20/11/2020).

Ia menyebutkan pengusaha tambak udang harus mengajukan proposal pemenuhan komitmen izin lokasi perairan ke DKP Provinsi Babel. Selanjutnya pihaknya akan memeriksa proposal tersebut untuk menyesuaikan dengan Pergub Nomor 37 Tahun 2020. Jika belum sesuai, maka pihaknya akan meminta pengusaha memperbaiki proposal tersebut sesuai dengan pedoman pemenuhan komitmen izin lokasi perairan.

"Kalau ini sudah oke, sudah sesuai dengan format yang dibutuhkan maka kita akan verifikasi lapangan untuk melihat koordinat yang mereka sampaikan sudah benar atau belum. Kemudian kondisi sekitar apakah sudah sesuai dengan yang disampaikan di dalam proposal," ujarnya.

Setelah verifikasi lapangan, pihaknya akan melakukan rapat rekomendasi teknis dengan mengundang stakeholder terkait. Kemudian DKP akan mengeluarkan surat rekomendasi teknis kepada DPMPTSP.

"Nanti DPMPTSP lah yang menyampaikan ke perusahaan. Yang sudah mengajukan ILP ada 11 (perusahaan--red) yang sudah berproses sebelum pelimpahan wewenang," imbuhnya.

Kemudian sekarang yang sudah masuk ke DPMPTSP mungkin nanti ditanyakan ke DPMPTSP ada berapa, tapi sekarang yang kami proses baru tiga sih, yang sudah minta pertek ke kami ada tiga, dua kami kembalikan. Satu karena proposal belum lengkap. satu tidak memerlukan ILP, satunya sudah kami verivikasi lapangan kemarin," tutur Hesti.

Ia menambahkan total keseluruhan ada 11 ILP untuk tambak udang yang telah dikeluarkan DKP Provinsi Babel, kemudian tiga via DPMPTSP Provinsi Babel.(fiz/wb) 



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL