Ketua BK DPRD Bateng Akui Sulit Menegakan Perda KTR

Herdian wow    •    Jumat, 20 November 2020 | 16:48 WIB
Lokal
Caption: Kantor DPRR Bangka Tengah.
Caption: Kantor DPRR Bangka Tengah.

KOBA, www.wowbabel.com -- Kasus mengenai oknum anggota DPRD Bangka Tengah yang labrak wartawan belum selesai. Ketua Badan Kehormatan (BK) Syahran menerangkan bahwa pelanggaran merokok oleh oknum anggota DPRD Bateng itu merupakan pelanggaran ringan karena terjadi saat rapat paripurna internal dan bersifat tertutup.

Diterangkannya walaupun saat itu pemimpin rapat, Ketua DPRD Bateng Mehoa menyebutkan bahwa rapat tersebut terbuka untuk umum, Syahran menyatakan bahwa hal itu hanya sebuah kekeliruan saja, karena menurutnya apabila mengacu pada undangan resmi, maka rapat itu untuk internal DPRD Bateng saja.

"Karena setelah kita selidiki ternyata rapat tersebut tertutup dan internal, kalau rapat internal ini misalnya kalau kami mau merokok izin pimpinan kami merokok," ucapnya Jumat, (20/11/2020)

Ia mengaku bahwa agak sulit untuk menerapkan aturan untuk tidak merokok di zona KTR.

"Kalau merokok ini memang agak sulit menerapkan aturan itu, kawasan bebas rokok tapi tetap merokok," ucapnya.

Diketahui bahwa Peraturan Daerah Kabupaten Bangka Tengah Nomor 16 Tahun 2014 Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) ditetapkan, diundangkan, dan mulai berlaku pada 9 September 2014 silam pada Pasal 4 ayat (1) tertulis bahwa KTR meliputi fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat bermain anak, tempat Ibadah, dan tempat kerja.

Sementara Pasal 7 ayat (1) berbunyi Setiap orang dilarang merokok di KTR dimana ada Sanksi Administratif dan Sanski Pidana.

Untuk Sanksi Administratif : Setiap Pimpinan/Penanggung jawab KTR yang melanggar ketentuan pasal 6 dikenakan sanski administrasi berupa teguran Lisan dan atau peringatan tertulis.

Sementara Sanksi Pidana di pasal 16 Setiap orang/badan yang mempromosikan, mengiklankan, menjual, dan/atau membeli rokok di tempat atau area yang dinyatakan sebagai KTR sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2), dipidana dengan pidana kurungan paling lama 7 (tujuh) hari dan/atau denda paling banyak Rp. 1.000.000 (satu juta rupiah).

Sedangkan Sanksi Pidana di pasal 15 Setiap orang yang merokok di tempat atau area yang dinyatakan sebagai KTR sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 ayat (1), dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) hari dan/atau denda paling banyak Rp. 50.000 (lima puluh ribu rupiah). (her/wb)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL