Gegara Posting Meme Ustadz Kondang, Timses Paslon No 1 Laporkan akun Fb @Abng Fadhila

Chairul Aprizal    •    Sabtu, 21 November 2020 | 19:49 WIB
Pilkada
Cecep Gunawan Gafar  dan Iwan Prahara.(rul/wb)
Cecep Gunawan Gafar dan Iwan Prahara.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Cecep Gunawan Gafar sebagai Salah satu Tim Pemenangan Pasangan Calon Nomor urut 1 Markus dan H Badri mengaku telah melaporkan akun Facebook @Abng Fadhila ke Polda Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu, (21/11/2020).

Cecep menyebutkan dirinya sudah mendatangi Polda Kepulauan Bangka Belitung didampingi kuasa hukumnya Iwan Prahara.

"Melaporkan akun facebook atas nama Abng Fadhila yang berkaitan dengan postingan dia berapa hari yang lalu yang isinya menyangkut masalah ada unsur agama, ya kami tersinggung dengan apa yang diposting di situ," ungkap Cecep kepada awak media di Pantai Tanjung Kalian Muntok, Kabupaten Bangka Barat.

"Seolah-olah kami yang pendukung atau yang pemilih, pemenangan 01 itu seolah-olah kami ini tidak ada percaya dengan Alquran, tidak percaya dengan Firman Allah," imbuhnya.

Cecep menyebutkan pihaknya merasa tersinggung dengan postingan akun facebook tersebut yang mencantumkan meme seorang ustadz kondang dengan kalimat dan caption yang menyinggungnya di situasi Pilkada Bangka Barat 2020.

"Dicap seperti itukan jadi kami laporkan ke Polda di bagian cyber, mengena ke Undang-undang ITE, ujaran kebencian, sama unsur SARA," ujar Cecep.

Cecep menyebutkan dirinya tahu dengan pemilik akun tersebut adalah warga Muntok Kabupaten Bangka Barat yang aktif digunakan oleh yang bersangkutan.

"Sudah dilaporkan tadi pagi, LP nya sudah diterima mungkin ada tindaklanjutnya, nanti akan ada pemeriksaan lebih lanjut," ungkap Cecep.

"Itu dia kan ada posting yang gambar meme seorang ustadz kondangya kita gak tahu apa betul itu ucapannya atau kapan waktu itu postingannya. Tapi disharekannya lagi dengan narasi yang diatasnya itu, kami cuma mengingatkan kata dia artinya dia cuma mengingatkan artinyakan dia ngingatkan ke seluruh umat Islam kan maksudnya dan siap bertanggung jawab," tutur Cecep.

Maka dari itu, Cecep mengatakan dengan melaporkan akun tersebut, pihaknya meminta pertanggungjawaban dari pemilik akun terhadap postingannya.

"Kalimatnya itu ada yang paling bawah itu ada disitu kalimatnya yang kami keberatan ini yang ini bagaimana saya bisa meyakinkan Anda kata dia sedangkan Firman Allah saja anda tidak yakin anda abaikan, Firman Allah inikan artinya isinya Alquran," tukasnya.

"Jadi kami ini dianggap kami sebagai umat Islam itu dianggap karena mendukung Markus dianggap tidak ada percaya dengan kami, abaikan Firman Allah kan sakit hati kita," lanjutnya.

Cecep menyebutkan dari situ dianggap jelas menyinggung keyakinannya sebagai umat beragama yang menganut agama Islam yang di tengah situasi Pilkada Bangka Barat 2020.

"Kalau ini jelas arahnya ke sini sekarang momennya kita kan momen Pilkada kan dan kemudian dia ini kan kita kaitkan dengan postingan postingan dia dalam belakangan ini dalam masa kampanye Pilkada untuk Desember inikan selalu berkaitannya dengan masalah Pilkada," tuturnya.

Ditambah kuasa hukumnya  Iwan Prahara menerangkan bahwa tidak menutup kemungkinan akan ada lagi akun-akun lain yang ikut dilaporkan sekiranya berbau ujaran kebencian, dan SARA pada masa Pilkada ini.

"Setelah berlangsung Pilkadapun tentu akun akun ini tetap akan kami lakukan pelaporan  dan tetap dilanjutkan walaupun sudah selesai," ucap Iwan.

Iwan menghimbau Pilkada ini hanya dilaksanakan dalam waktu lima tahun sekali jadi jangan sampai dalam waktu tersebut memecah belah persaudaraan yang ada di Bangka Barat.

"Kami selalu mengajak untuk menjaga kondusifitas dalam menghadapi Pilkada tahun 2020 ini," tutup Iwan Prahara.(rul/wb) 



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL