Istri Jual Sabu-sabu, Suami Ikut Ditahan

Caption: Barang Bukti yang diamakankan Satres Narkoba Polres Bangka Barat. (rul/wb)
Caption: Barang Bukti yang diamakankan Satres Narkoba Polres Bangka Barat. (rul/wb)

MUNTOK, www.wowbabel.com -- Tim Hanoman Sat Reserse Narkotika Polres Bangka Barat menciduk sepasang suami istri dan dua orang pembeli narkoba jenis Sabu-sabu, di Desa Simpang Gong Kecamatan Simpang Teritip Kabupaten Bangka Barat, Selasa (17/11/2020).

Kasat Narkoba Iptu Umar Dani dan Kapolres Bangka Barat AKBP Fedriansah  mengatakan, pihaknya mengamankan Sabu-sabu seberat 0,19 gram dari keempat tersangka yang berhasil ditangkap.

"Pada selasa (17/11/2020), Tim Hanoman Satuan Reserse Narkoba Polres Bangka Barat mendapatkan informasi bahwa sering adanya transaksi atau penyalahgunaan narkotika di kawasan kontrakan Desa Simpang Gong," ucap Umar Dani melalui keterangan Humas Polres Bangka Barat, Minggu (22/11/2020).

Adapun identitas keempat tersangka
SU Als IN (40) warga Desa Pelangas Kecamatan Simpang Teritip, DE Als TO (34) warga Dusun Keranji, Desa Rambat Kecamatan Simpang Teritip, AL Als BA warga Desa jelutung II, Kecamatan Simpang rimba, dan WI warga LR Kelinci II, Kelurahan Talang putri, Kecamatan Plaju.

"Tim Hanoman, melakukan penyelidikan dan penangkapan seorang laki-laki bernama SU Als IN di rumah kontrakan Desa Simpang Gong, kemudian melakukan penggeledahan dan ditemukan satu buah alat hisap Bong Sabu-sabu dalam saku jaket yang sedang dipakainya," jelas Umar.

Berdasarkan keterangan SU akan menggunakan bong hisap sabu-sabu tersebut bersama rekannya DE warga Dusun Keranji Desa Rambat.

"Sekira pukul 21.30 wib TIM berhasil menangkap DE Als TO yang membawa satu bungkus plastik bening yang berisi butiran kristal warna putih yang diduga narkotia jenis Sabu-sabu," ungkapnya.

DE mengaku mendapatkan sabu-sabu membeli dari BA melalui istrinya WI seharga Rp 500.000 yang beralamat di Dusun Keranji Desa Rambat Kecamatan Simpang Teritip.

"Pukul 22.30 wib Tim melakukan penggeledahan di rumah mertua BA disaksikan oleh perangkat desa setempat, dan BA sedang tidur di dalam rumah mertuanya, BA bersama istrinya WI mengakui menjual satu bungkus plastik bening yang berisi butiran kristal warna putih yang diduga Narkotika Jenis sabu-sabu kepada DE," ujarnya.

Hasil penggeledahan di kamar tidur BA ditemukan uang sebesar Rp 500.000 hasil menjual sabu-sabu, serta beberapa barang bukti lainnya yang berkaitan langsung dengan peristiwa terjadinya peredaran narkotika.

Sedangkan barang bukti lain yang diamankan satu plastik klip bening berisi sabu-sabu seberat 0,19 gram, satu unit handphone merk Nokia warna hitam, satu unit handphone merk Nokia warna biru,  satu unit handphone merk nokia type 105 warna hitam, uang tunai sebesar Rp 500.000, satu buah botol Listerine (Alat Hisap Bong), satu buah kaca pirek, satu buah jaket jeans warna biru muda merk RHDP,  dan satu unit sepeda motor merk Honda Revo warna hitam tanpa Plat Nopol.

Umar Dani menegaskan bahwa Tim Hanoman terus mengembangkan kasus tersebut guna menangkap bandar besar yang mengendalikan peredaran barang haram yang dijual di sejumlah wilayah Bangka Barat.

"Kami akan terus mengembangkan kasus tersebut untuk menangkap bandar besar narkoba yang memasok barang haram ke Bangka Barat, " kata Kasat Narkoba

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersangka akan dijerat dengan pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) dan 111 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (rul/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL