Jasad yang Ditemukan Dalam Selokan Ternyata Warga Baturusa

Dwi H Putra    •    Minggu, 22 November 2020 | 22:33 WIB
Lokal
Lokasi jasad pria yang ditemukan warga di drainase ruas jalan raya Sungailiat - Pangkalpinang, Minggu (22/11/2020) sekitar pukul 17.30 WIB.(ist)
Lokasi jasad pria yang ditemukan warga di drainase ruas jalan raya Sungailiat - Pangkalpinang, Minggu (22/11/2020) sekitar pukul 17.30 WIB.(ist)

MERAWANG, www.wowbabel.com -- Identitas jasad pria yang ditemukan warga di drainase ruas jalan raya Sungailiat - Pangkalpinang, Minggu (22/11/2020) sekitar pukul 17.30 WIB akhirnya terkuak. 

Jasad tersebut adalah seorang anak laki-laki berinisial GK (12) warga Desa Baturusa, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. 

"Iya benar ada penemuan jenazah dalam drainase atau selokan, anggota sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan membawa jenazah ke rumah sakit untuk penyelidikan lebih lanjut," kata Kapolres Bangka AKBP Widi Haryawan Sik di konfirmasi melalui pesan Whatsapp, Minggu (22/11/2020) malam. 

Dijelaskannya, berdasarkan hasil penyelidikan di lapangan, GK sebelum ditemukan tergeletak di selokan, meninggalkan rumah neneknya yang berada di Pal 9 Desa Pagarawan, Kecamatan Merawang, Sabtu (21/11/2020) sekira pukul 15.00 WIB. Namun GK tidak pernah sampai di rumah, pihak keluarga pun berusaha melakukan pencarian tetapi tidak ditemukan. 

Selain itu, berdasarkan keterangan keluarga, GK mengidap penyakit bawaan (epilepsi) sejak lahir dan sering kambuh belakangan ini, tidak hanya itu korban memang sering berjalan kaki ke rumah neneknya. 

GK ditemukan pukul 17.30 WIB oleh warga yang melintas di jalan raya Sungailiat - Pangkalpinang tepatnya di selokan pinggir jalan sebelum Hotel Banyumas Desa Baturusa, kemudian jenazah dibawa ke RSUP Dr Ir Soekarno Babel untuk dilakukan pemeriksaan lanjut oleh pihak RSUP atas gejala atau indikasi penyebab kematian korban.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan pihak RSUP kondisi sekujur tubuh korban tidak ditemukan adanya kekerasan fisik, maupun memar luka akibat kekerasan, analisa sementara dari RSUP sebelum masuk ke selokan penyakit korban kambuh dilihat dari kedua tangan korban yang mengenggam dengan kuat," jelas Kapolres. 

"Pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi mengingat korban memang mengidap sakit epilepsi dan tidak ditemukan adanya kekerasan di tubuh korban," paparnya. 

Ditambahkannya, jenazah korban kemudian dikembalikan ke pihak keluarga, untuk dikebumikan. (dwi/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL