Adanya Indikasi ASN dan PKK Bateng Mangkir Bekerja, BKPSDMD Bateng Tunggu Laporan OPD

Herdian wow    •    Selasa, 24 November 2020 | 09:29 WIB
Lokal
Caption: Kabid Pembinaan Informasi Kepegawaian BKPSDM Bateng, Hendri Noviyarto. (her/wb)
Caption: Kabid Pembinaan Informasi Kepegawaian BKPSDM Bateng, Hendri Noviyarto. (her/wb)

KOBA, www.wowbabel.com -- Belakangan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dam Pegawai Kontrak Kegiatan (PKK) di Bangka Tengah terindikasi mangkir bekerja. Hal ini terlihat dengan adanya oknum ASN yang hanya datang saat absen lalu meninggalkan kantor. 

Menanggapi hal tersebut Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) melalui Kabid Pembinaan Informasi Kepegawaian BKPSDM Bateng, Hendri Noviyarto mengatakan pihaknya hanya akan bertindak apabila ada laporan dari OPD terkait.

"Jika memang ada ASN dan PKK yang malas bekerja untuk penyelesaian pertama, dilakukan oleh kepala OPD terkait dengan cara memberikan teguran baik secara lisan maupun tulisan namun jika memang tidak ada perubahan barulah membuat laporan kepada BKPSDMD untuk ditindaklanjuti," tuturnya Selasa, (24/11/2020).

Ia melanjutkan, BKPSDMD tidak bisa langsung menjatuhkan hukuman kepada para ASN dan PKK yang melanggar aturan disebabkan yang mengetahui permasalahan tersebut adalah pimpinan di OPD masing-masing.

"Kita sifatnya menunggu laporan dari OPD masing-masing, terkait adanya ASN dan PKK yang malas dalam bekerja setelah itu baru bisa melakukan pemanggilan terhadap ASN dan PKK untuk dimintai keterangan jika memang melakukan kesalahan akan diberikan sanksi dan dilakukan pembinaan," ucapnya

Diakuinya BKPSDMD Bateng walaupun pimpinan tertinggi saat ini hanya Plt dan belum definitif namun pihaknya masih Istiqomah dalam bekerja.

"Saat ini Pemkab Bateng memiliki dua aplikasi yang digunakan untuk menunjang kelancaran dalam bekerja yakni Sistem Presensi Elektronik Selawang Segantang (Si Pelawan) dan Sistem Kinerja Tahunan Pegawai (Si Ketawai) dan dari aplikasi inilah BKPSDMD memantau absensi kehadiran ASN sedangkan untuk PKK melalui finger print," tukasnya

Ia menambahkan apabila ada ASN dan PKK yang keluyuran dan nongkrong saat jam kerja itu merupakan kewenangan Satpol-PP untuk melakukan penindakan. (her/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL