Markus dan Sukirman Saling Sanggah Soal Investasi di Bangka Barat

Chairul Aprizal    •    Selasa, 24 November 2020 | 19:02 WIB
Pilkada
Caption: Debat publik calon Bupati dan Wakil Bupati Bangka Barat, Hotel Pasadena Muntok, Senin (23/11/2020). (rul/wb)
Caption: Debat publik calon Bupati dan Wakil Bupati Bangka Barat, Hotel Pasadena Muntok, Senin (23/11/2020). (rul/wb)

MUNTOK ,www.wowbabel.com --  Pasangan Calon Bupati Bangka Barat 2020 Markus mengungkit terkait belum terealisasi masuknya investor ke Bangka Barat pada masa kepemimpinan rivalnya Sukirman yang dulu menjabat sebagai Wakil Bupati. Hal ini dilontarkanya saat debat publik calon Bupati dan Wakil Bupati Bangka Barat, Hotel Pasadena Muntok, Senin (23/11/2020).

"Kita ketahui beberapa perusahaan merencanakan menanamkan investasi di Babar pada masa pemerintahan Bapak Haji Sukir tapi sampai sekarang tidak terealisasi," ucap Markus.

Markus menyebutkan seperti investor yang sudah membeli dan menguasai lahan di Tanjung Kalian tapi tidak pernah dilaksanakan oleh investor nakal tersebut.

"Itu sangat merugikan daerah kita, karena mereka membeli lahan sampai puluhan hektar tapi tidak dilaksanakan sehingga ini mempersulit Pemerintah Daerah sekarang karena sudah dikuasai oleh pihak-pihak perusahaan," ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Cabup H Sukirman tidak membantah bahwa memang benar investor nakal tersebut hanya ingin menguasai lahan dan ujung-ujungnya tidak melaksanakannya.

Tapi menurutnya, hal ini memang belum selesai masih berlanjut andaikan saja pada periode berikutnya dirinya berhasil memenangkan Pilkada itu untuk mendapatkan kesempatan memimpin kembali.

"Terputus di 2015 andai kata ketika itu kita selisihnya waktu itu 251 pak ya itu adalah takdir yang tidak bisa kita pungkiri andai kata ketika itu sudah kita masih memenangkan pertandingan itu maka saya pikir kondisi Bangka Barat tidak seperti hari ini," cetusnya.

"Ya tidak seperti ini PADnya tidak naik-naik bahkan turun, dan kita dulu sudah diangka 60 kemudian pengangguran dan pelayanan-pelayanan publik yang sangat sangat menyedihkan," ucap Sukirman.

Ditambahkan oleh Cawabup Bong Ming Ming persoalan tersebut, bahwa tidak serta merta dapat disalahkan kepada Kepala Daerah pada kala itu. Karena menurutnya masa pemerintahan Ust.Zuhri dan H.Sukirman waktu itu sudah sangat baik memfasilitasi investor tapi ternyata investornya yang menghilang begitu saja.

Lantas, hal itu kembali disanggah oleh Markus yang menyebutkan seharusnya tidak terjafi jika pemimpinnya tegas. 

"Ini semua kembali kepada Kepala Daerah ya seperti sekarang kita sangat bersyukur di tahun 2020 ini kita kedatangan investasi yang sangat besar mencapai target," tukas Markus. (rul/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL