Masyarakat Umum di Babel Paling Banyak Terpapar Covid-19

Dwi H Putra    •    Selasa, 24 November 2020 | 02:37 WIB
Nasional
Sekretaris Pudalops Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Babel, Mikron Antariksa.(dok)
Sekretaris Pudalops Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Babel, Mikron Antariksa.(dok)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com - Sekretariat Pusat Pengendalian dan Operasional (Pusdalops) Percepatan Penanganan Coorona Virus Desease 2019 (Covid-19) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mendata berdasarkan kategori pekerjaan terkait pasien terkonfirmasi positif didominasi masyarakat umum mencapai 347 kasus atau 38,86 persen. 

Selanjutnya kategori pelajar/ mahasiswa sebanyak 153 kasus atau 17,13 persen, aparatur sipil negara (ASN) sebanyak 147 kasus atau 16,46 persen, badan usaha milik negara (BUMN) sebanyak 81 kasus atau 9,07 persen, pegawai swasta sebanyak 79 kasus atau 8,85 persen, pedagang/ wiraswasta sebanyak 3,81 persen, Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebanyak 29 kasus atau 3,25 persen, Polisi Republik Indonesia (Polri) sebanyak 16 kasus atau 1,79 persen serta pejabat negara sebanyak tujuh kasus atau 0,78 persen. 

"Jadi untuk jenis kategori pekerjaan masyarakat umum paling banyak, sedangkan pejabat negara paling sedikit," kata Sekretaris Pudalops Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Babel, Mikron Antariksa di Pangkalpinang, Senin (23/11/2020) malam. 

"Lalu untuk kategori terpapar, masyarakat umum rata-rata kasus lokal, sedangkan ASN, TNI dan Polri serta lainnya kebanyakan kasus impor," ujarnya. 

Mikron melanjutkan dari data sebanyak 12 kasus meninggal dunia, berdasarkan kategori pekerjaan untuk ASN terdata satu orang meninggal atau 0,68 persen, pejabat negara sebanyak dua orang atau 28,57 persen, pegawai swasta sebanyak tiga orang atau 3,80 persen, wiraswasta/ pedagang sebanyak empat orang atau 11,76 persen dan masyarakat umum sebanyak dua orang atau 0,58 persen. 

"Corona ini tak pandang status, umur, pekerjaan, agama dan lainnya, sehingga sudah kewajiban semuanya menjalankan protokol kesehatan yang berlaku umum dan bagi siapa saja, tidak ada pengecualian atau pun dispensasi," jelas Mikron. 

"Saat ini kasus di Babel sebanyak 893 kasus diantaranya sebanyak 765 kasus atau 85,7 persen dinyatakan selesai isolasi, sebanyak 116 orang dalam perawatan atau 13 persen dan 12 orang meninggal atau 1,3 persen," paparnya. 

Mikron menambahkan dalam model kehidupan baru ini memiliki tiga kegiatan dasar, pertama menjaga jarak antara orang, kedua memakai masker, ketigamencuci tangan sesering mungkin.



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL