Pardi: Debat Paslon Masih di Ranah BPJS Gratis dan Berobat Gratis

Chairul Aprizal    •    Selasa, 24 November 2020 | 05:18 WIB
Pilkada
Ketua KPU Bangka Barat, Pardi.(rul/wb)
Ketua KPU Bangka Barat, Pardi.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Usai acara debat publik putaran kedua di Hotel Pasadena, Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Senin (23/11/2020) malam, Ketua KPU Kabupaten Bangka Barat Pardi mengungkapkan acara tersebut tidak jauh lebih baik daripada debat publik sebelumnya. 

"Acara rundownnya juga agak bermasalah, jadi permasalahannya bukan di rundown ada di lebih teknis yang disampaikan oleh moderator yang memang agak melompat-lompat," ungkap Pardi.

Pardi menyebutkan dalam membawa acara moderator debat publik pun sempat tidak menyesuaikan waktu debat dengan rundown yang sudah ada.

"Jadi ada kepanjangan dalam hal memberi sanggahan, sanggahan itu seharusnya hanya satu menit jadi seratus lima puluh detik, padahal rundownnya tidak seperti itu," kata Pardi. 

Ditambahkan Pardi, pada acara debat publik ini terlihat sekali ada miskomunikasi antara moderator dengan tim teknis debat publik putaran kedua.

"Saya pikir itu kelemahan debat publik ini, secara substansi juga debat kali ini tidak lebih baik dari substansi acaranya untuk debat yang pertama. Saya pikir cukup memancing suasana debat kali ini," tutur Pardi.

Menurutnya debat kali ini tidak dapat menggali dan mengupas lebih jauh visi misi dari para kandidat Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bangka Barat 2020.

"Tapi inilah tadi sudah disampaikan inilah putra-putra terbaik Kabupaten Bangka Barat ya kita berikan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk menentukan pilihan dari yang ada," imbuh Pardi

Pardi menerangkan pada dasarnya KPU Bangka Barat berusaha semaksimal mungkin untuk menampilkan yang terbaik, baik dari penyelenggaraan maupun substansi debatnya.

"Tapi ya kita sudah menjalani kami berikan kesempatan untuk menilai. Harapan kepada masyarakat untuk lebih banyak mengeksplorasi lagilah dari janji-janji para kandidat dari visi misi para kandidat," ungkap Pardi.

"Karena mungkin masih banyak yang belum bisa terulas di sini terutama dengan bahasan materi yang hanya terbatas di empat materi utama," sambungnya.

Diakui Pardi masih banyak permasalahan daerah yang belum terangkat di dua kali pelaksanaan debat publik para kandidat Pilkada Bangka Barat 2020.

"Perdebatannya pun masih berdebat di ranah BPJS gratis, berobat gratis, yang tadi yang saya sampaikan belum ke riil apa yang harus dilakukan ke depan. Ini yang akan kita lihat, ini pandangan kami selaku penyelenggara untuk masyarakat silakan untuk menilai," tuturnya.(rul/wb) 




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL