Bahas Penyertaan Modal di Dua Bank, DPRD Babel Panggil Seluruh Stakeholder

Firman    •    Rabu, 25 November 2020 | 21:42 WIB
Lokal
Ketua Pansus Raperda Inisiatif Penyertaan Modal ke Bank Sumsel Babel dan BPRS DPRD Babel, Efredi Effendi. (net)
Ketua Pansus Raperda Inisiatif Penyertaan Modal ke Bank Sumsel Babel dan BPRS DPRD Babel, Efredi Effendi. (net)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- DPRD Bangka Belitung (Babel) menggelar rapat Pansus terkait penyertaan modal di dua bank daerah di Provinsi Babel, yakni Bank Sumsel Babel dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Babel. 

Rapat yang menghadirkan seluruh stakeholder baik dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel dan kedua pihak bank tersebut, berlangsung di ruang Banggar DPRD Bangka Belitung, Rabu (25/11/2020).

Menurut Ketua Pansus Raperda DPRD Babel, Efredi Effendi DPRD Babel dalam hal ini sendiri sangat memahami kondisi delusi atau mengecilnya deviden yang diterima pemprov dari modal yang sertakan lantaran telah lama tidak menyertakan modalnya kembali. 

Namun di satu sisi, Pansus mengaku sangat berhati-hati menentukan keputusan disertakan atau tidaknya modal ini mengingat melemahnya kondisi keuangan daerah.

"Jadi ini masih kita kaji, makanya kita undang para stakeholder, dan kita minta laporan kinerja tahun 2020 Bank Sumsel Babel dan BPRS. Bank yang sudah mendapat rekomendasi dari OJK dan dinyatakan sehat yakni Bank Sumsel Babel. Berarti sudah selesai. Sementara untuk BPRS, kita belum melakukan kunjungan kerja ke OJK berkaitan dengan bank ini," kata Ketua Pansus Raperda Inisiatif Penyertaan Modal ke Bank Sumsel Babel dan BPRS DPRD Babel, Efredi Effendi.

Selain itu ia menjelaskan, dalam menentukan hasil akhirnya nanti tergantung dari laporan kinerja BPRS. 

"Nanti berkembang di tanya jawab, nanti kita lihat bagaimana rasio keuangannya (BPRS-red), laba ruginya bagaimana, pidennya bagaimana," terangnya.

Sementara itu Wakil Ketua Pansus Penyertaan Modal DPRD Babel, Herman Suhadi menambahkan, pihaknya akan mengkaji secara mendalam terkait rencana penyertaan modal ini, apalagi seperti diketahui APBD Provinsi saat ini sedang mengalami defisit.

"Kemudian kita juga akan melakukan pinjaman daerah untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Oleh karena itu, kami dari pansus sangat menerapkan faktor kehati-hatian, maka pada hari ini kami mengundang hampir seluruh stakeholder. Bahkan tim analis investasi Babel juga kami undang untuk melihat sejauh mana kelayakan daripada penyertaan modal ini yang tentunya juga investasi daerah," terangnya.

Berdasarkan keterangan dari pihak eksekutif, disampaikan pengajuan raperda penyertaan modal ini bertujuan untuk menghindari delusi karena saham pemprov di Bank Sumsel Babel hanya sebesar 2,7 persen, sementara pada 2021 mendatang, hampir semua kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan maupun di Babel mengikutsertakan penyertaan modal.

"Oleh karena itu, kawan-kawan eksekutif berpikir seandainya kita tidak menyertakan modal pada tahun 2021, maka piden kita akan mengecil, karena kecilnya persentase saham kita. Akan tetapi walaupun demikian kami dari pansus berpikir terlepas dari keadaan APBD, keadaan sahamnya itu yang paling kita pikirkan adalah kepatutan dan kewajaran dengan kondisi kita saat ini,"  tandasnya.(fn/wb) 



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL