Honorer Pemkab Basel Jadi Tersangka Korupsi DAK Fisik Pembangunan Sekolah

Aston    •    Kamis, 26 November 2020 | 16:34 WIB
Lokal
Caption: Dua tersangka kasus dugaan kasus korupsi DAK fisik bidang pendidikan di Bangka Selatan. (as/wb)
Caption: Dua tersangka kasus dugaan kasus korupsi DAK fisik bidang pendidikan di Bangka Selatan. (as/wb)

TOBOALI, www.wowbabel.com --  Dua tersangka kasus Korupsi dana DAK Fisik pembangunan Sekolah di Pemerintahan Kabupaten Bangka Selatan (Basel) Apriansyah dan Ardiansyah disebut sebagai fasilitator.

"Kedua tersangka sebagai fasilitator dalam kegiatan dana DAK 2019," kata Kasi Intel Kejari Basel, Dody P Purba, Kamis (26/11/2020).

Disamping itu, kedua tersangka sekaligus merangkap sebagai kontraktor dalam kegiatan proyek pembangunan dan rehabilitasi 36 sekolah melalui dana DAK fisik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bangka Selatan Tahun anggaran 2019.

"Mereka tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya, mereka melakukan penyalahgunaan wewenangan yang harusnya fasilitator tapi juga merangkap kontraktor," ungkap Dody.

Lanjut Dody, satu tersangka berstatus tenaga honorer di salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Bangka Selatan dan satu tersangka merupakan swasta.

"Berdasarkan KTP keduanya tersangka, tapi salah satu tersangka merupakan tenaga honorer di salah satu dinas yang ada di pemerintahan kabupaten Bangka Selatan," ungkapnya.

Sementara kerugian negara dalam pelaksanaan dana DAK fisik Pendidikam Tahun 2019 yang total sebesar Rp 17 miliar itu masih dalam penghitungan BPKP.

"Total kerugian sedang proses penghitungan oleh tim BPKP," tukasnya. (as/wb)



MEDSOS WOWBABEL