Efektivitas Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid 19

Jurnalis_Warga    •    Jumat, 27 November 2020 | 18:37 WIB
Opini
Fheta Morgika Dealesta, Mahasiswi Universitas Bangka Belitung.(ist)
Fheta Morgika Dealesta, Mahasiswi Universitas Bangka Belitung.(ist)

Oleh: Fheta Morgika Dealesta, Mahasiswi Universitas Bangka Belitung


Pada masa pandemi Coronavirus (Covid 19) sistem pembelajaran di Indonesia pada segala jenjang tingkatan pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga bangku perkuliahan dilakukan dengan medote atau sistem pembelajaran daring. Pembelajaran daring sendiri adalah proses pembelajaran yang menggunakan jaringan internet yang berbasis pada media elektronik seperti smartphone, laptop dan media lain yang sejenisnya secara online.

Dalam metode atau sistem pembelajaran daring ini pertemuan tatap muka secara langsung dalam proses pembelajaran tidak perlu dilakukan lagi, sebab pertemuan dilakukan secara virtual atau online. Dari hal tersebut proses pembelajaran daring tentu sangat cocok pada masa pandemi saat ini dikarenakan adanya pembatasan jarak, pembatasan jarak ini juga sesuai dengan arahan dari pemerintah untuk menghindari penyebaran Coronavirus (Covid 19) agar tidak semakin meluas menyebar ke setiap orang atau masyarakat. Bisa dikatakan manfaat dari pembelajaran daring ini menjadi salah satu pengaruh besar dalam mengurangi angka penyebaran Coronavirus (Covid 19).

Sejauh ini, Coronavirus (Covid-19) menjadi pembicaraan yang hangat di berbagai belahan dunia. Dari awal tahun hingga kini, Covid-19 selalu mendominasi ruang publik. Dalam waktu singkat, namanya menjadi trending topik, dibahas di sana-sini, dan diberitakan secara besar-besaran di media cetak maupun elektronik. Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV-2) atau yang dikenal dengan Coronavirus adalah tipe baru coronavirus yang menyebabkan penyakit menular kepada manusia. 

COVID-19 merupakan penyakit menular yang sangat cepat menyebar, baik secara langsung maupun tidak langsung, dari satu orang ke orang lain. Kondisi ini menyerang sistem pernapasan seperti hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Karena rantai penyebarannya yang sangat mudah dan cepat, serta keterbatasan alat pelindung diri (APD) dan rumah sakit, salah satu cara untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 adalah dengan melakukan pembatasan interaksi masyarakat yang diterapkan dengan istilah physical distancing. 



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL