Komisi IV DPR RI Minta PT Timah Tbk Evaluasi Penambangan di Matras

Dwi H Putra    •    Jumat, 27 November 2020 | 18:44 WIB
Lokal
Caption: Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI, Dedy Mulyadi. (dwi/wb)
Caption: Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI, Dedy Mulyadi. (dwi/wb)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) meminta PT Timah Tbk melakukan evaluasi terkait penambangan di Perairan Matras Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). 

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI, Dedy Mulyadi, yang menyebutkan adanya aktivitas penambangan laut oleh kapal isap produksi (KIP) milik mitra PT Timah Tbk ini jelas sudah mengganggu aktivitas masyarakat nelayan, selain itu dampak lingkungan yang terjadi sangat jelas membuat kondisi air hitam dan keruh. 

"Kami minta dari aspek kepentingan nelayan dan lingkungan, PT Timah Tbk melakukan evaluasi dari aktivitas ini. Apalagi Matras merupakan objek wisata yang fenomal sejak tahun 70-an," kata Dedy Mulyadi ketika meninjau langsung ke Pantai Matras Sungailiat, Jum'at (27/11/2020). 

Lanjutnya, akibat dari aktivitas penambangan ini masyarakat nelayan tidak bisa beraktivitas disebabkan kawasan tangkap nelayan rusak. 

"Kemudian Pemerintah Provinsi (Pemprov) yang mengeluarkan izin harus segera mengambil tindakan, kepada PT Timah Tbk hentikan dulu operasi hingga ada penyelesaian," jelasnya.

Komisi IV DPR-RI juga memberikan waktu selama lima hari kepada Direktorat Jenderal (Dirjen) Penenggakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk mempelajari dan mengambil tindakan terkait pelanggaran lingkungan. 

"Saya berikan deadline selama lima hari hingga Selasa (1/12/1/2020) kepada Dirjen Gakkum, ini harus segera diselesaikan," paparnya. 

"Saya juga akan panggil Gubernur, Bupati dan PT Timah Tbk ke Jakarta, masalah ini mesti ada penyelesaiannya demi masyarakat nelayan," pungkas Dedy. (dwi/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL