Debat Terakhir Calon Bupati Bateng Diwarnai Saling Sindir, Didit Sebut Algafry Gak Nyambung

Hafiz Wow    •    Minggu, 29 November 2020 | 14:11 WIB
Pilkada
Para pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bangka Tengah (Bateng) tahun 2020 kembali bertemu untuk beradu gagasan pada debat publik terakhir yang berlangsung di Soll Marina Bangka Hotel Pangkalanbaru Sabtu (28/11/2020) malam. (ist)
Para pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bangka Tengah (Bateng) tahun 2020 kembali bertemu untuk beradu gagasan pada debat publik terakhir yang berlangsung di Soll Marina Bangka Hotel Pangkalanbaru Sabtu (28/11/2020) malam. (ist)

PANGKALANBARU, www.wowbabel.com --Debat publik terakhir pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bangka Tengah diwarnai aksi saling sindir antar kedua paslon. Pelaksanaan debat kedua ini berlangsung di Soll Marina Bangka Hotel Pangkalanbaru, Sabtu (28/11/2020) malam.

Diawal penyampaian, Calon Bupati Bangka Tengah nomor urut satu, Algafry Rahman mengatakan masyarakat Bangka Tengah tidak membutuhkan pemimpin yang pandai dalam beretorika serta pandai membangun pencitraan.

"Masyarakat tidak membutuhkan pemimpin yang hebat dalam beretorika apalagi pandai membangun pencitraan," kata Algafry saat segmen pertama, Sabtu (28/11/2020).

Sementara itu pada segmen terakhir debat, Calon Bupati Bangka Tengah nomor urut dua, Didit Srigusjaya terlihat kesal, lantaran pernyataan dari Algafry dianggap tidak nyambung. Sebelumnya, Didit menanyakan terkait dua aspek untuk meningkatkan daya saing daerah dan produktivitas masyarakat Bangka Tengah.

"Yang saya tanya lain kok anda (Algafry-red) jawab lain. Gak nyambung pak Algafry ini, mungkin agak ngantuk beliau. Yang saya tanya dua langkah produktivitas masyarakat, bukan masalah Covid nya. Disini anda gak pernah menjabarkan, saya tanya 10.000 program lapangan kerja jawabannya ke lain lagi," kata Didit.

Didit menjelaskan, pertanyaan darinya berkaitan dengan langkah paslon nomor urut satu dalam memenuhi janji membuka 1000 lapangan kerja pada periode sebelumnya. Ia meragukan langkah tersebut karena berdasarkan data BPS tahun 2019 tingkat pengangguran terbuka Kabupaten Bangka Tengah tertinggi kedua se Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Bahwa mengapa saya bicara untuk meningkatkan produktivitas masyarakat itu ada hubungan dengan daya beli masyarakat. Contoh saya minta dua aspek saja, padahal ada empat aspek kok anda gak bisa jawab, anda jawab lain," ujarnya

"Saya perlu meluruskan, untuk meningkatkan produktivitas ada dua saja gampang, pertama aspek sumber daya kita, aspek pasar bukan jawabnya pencegahan Covid, pencegahan Covid. Itu jangankan kita anak-anak juga tau pencegahan Covid itu," tukas Didit.(fiz/wb) 



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE