Pengguna Narkoba di Indonesia Terus Meningkat, Perlu Pengarahan Bagi Generasi Muda

Jurnalis_Warga    •    Senin, 30 November 2020 | 11:01 WIB
Opini
Ireliien Winda Mauridania, Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung.(ist)
Ireliien Winda Mauridania, Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung.(ist)

Oleh: Ireliien Winda Mauridania, Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung


Angka penyalahgunaan narkoba di kalangan masyarakat Indonesia terus bertambah. Dari data Badan Narkotika Nasional (BNN), pada tahun 2019 setidaknya ada 3,6 juta pengguna narkoba di Indonesia dan jumlah ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sebesar 0,03 persen. Jenis narkoba yang paling banyak digunakan adalah ganja. 

United Nation Office on Drugsand Crime (UNODC) dalam World Drugs Report tahun 2018 merilis bahwa ada 5,6 persen dari penduduk dunia dengan kelompok usia 15-64 tahun yang pernah mengonsumsi narkoba. Usia yang mudah terpengaruhi adalah remaja 15-17 tahun dan beranjak dewasa dari 17-27 tahun, hingga yang terjadi sekarang ini bisa dikatakan pelajar. Hal ini tentu sangat berbahaya bagi generasi yang akan datang.

Peningkatan penyalahgunaan narkoba diberbagai kalangan usia, hingga masa remaja atau pelajar ini tentunya karena kurang pengawasan dari penegak hukum dan orangtua. Tujuan dari pengawasan tersebut adalah untuk mengatasi adanya penyalahgunaan narkoba sehingga peningkatannya dapat dikurangi secara bertahap hingga benar-benar tuntas. BNN dan aparat penegak hukum sudah melakukan segala usaha dan upaya untuk mengurangi penyalahgunaan narkoba ini, dari berbagai usaha dan upaya baik dari sosialisasi, peringatan, hingga ancaman hukum lainnya juga kurang lebih telah diupayakan oleh pemerintah. 

Pemerintah sudah mengeluarkan ketetapan terhadap penggunaan Narkoba secara legal dalam arti penyalahgunaan Narkoba . Aturan dalam pasal 114 ayat (2) atau pasal 111 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati dan denda maksimal Rp 10 milliar. Pengertian Undang-Undang Narkotika Pasal 1 Ayat 1 ini sudah jelas bahwa narkoba digunakan sebagai zat untuk bahan obat-obatan, bukan digunakan untuk hal-hal yang berkonteks penyalahgunaan pada fungsi dan kegunaannya. 

Narkoba juga memiliki sifat yang alamiah, sintetis, maupun semisintetis, jika zat-zat ini disalahgunakan dapat menimbulkan efek penurunan kesadaran, halusinasi, serta daya rangsang. Bukan hanya itu saja narkoba juga menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, hingga dapat menimbulkan ketergantungan. 

Menurut penulis, segala usaha dan upaya pemerintah masih belum cukup, perlu peningkatan perhatian dan kerja sama masyarakat untuk mendukung dalam mengurangi penyalahgunaan narkoba. Maksudnya, peran serta masyarakat untuk mendukung usaha dan upaya pemerintah dalam mengurangi penyalahgunaan narkoba sangat lah penting. Masyarakat seharusnya memberikan pengarahan terhadap setiap pelaku penyalahgunaan narkoba dan dapat dirangkul dengan pendekatan diri dan kepedulian terhadap bahayanya penyalahgunaan narkoba bagi setiap orang yang melakukannya.

Penyalahgunaan Narkoba juga menjadi akibat dari faktor pergaulan bebas, dalam hal ini kurangnya pengawasan dari orangtua dan pengaruh lingkungan masyarakat juga menjadi salah satu faktor utama terjadinya penyalahgunaan Narkoba. Bukan hanya itu saja, dari pribadi sendiri juga perlu adanya kesadaran untuk tidak memakai ataupun mencobanya karena kebanyakan orang beralasan untuk mengurangi stres (sedang depresi) ataupun kebanyakannya remaja terlihat keren di depan teman-temannya. Melunjaknya remaja yang terjerang kasus Narkoba yang seringkali dilakukan yaitu ganja. Ganja biasanya dibuat menjadi rokok untuk dihisap sehingga banyak remaja yang menggunakannya.


Untuk mengurangi penyalahgunaan narkoba perlu adanya pendekatan diri dan kepedulian masyarakat terhadap pelaku penyalaggunaan narkoba bisa dikatakan menjadi pokok pertama dalam pemberantasan penyalahgunaan narkoba. Bukan hanya itu saja, peran sebagai orang tua juga sangat penting karena untuk meningkatkan pengawasan anak dalam pergaulannya agar tidak terjadi pergaulan bebas pada anak yang merujuk pada penggunaan narkoba. Sebab jika lingkungan masyarakat itu baik, maka lebih minim dalam penyalahgunaan narkoba. Penerapan ini dapat dilakukan setiap lingkungan masyarakat tanpa perlu menunggu arahan dari pihak manapun, artinya adanya dari niat dan keinginan dari setiap masyarakat itu sendiri. 

Karena menyelamatkan generasi yang akan datang dari penyalahgunaan narkoba merupakan kewajiban semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. Generasi muda adalah penerus harapan dan cita-cita bangsa agar tercapai lebih baik kedepannya, kalau bukan generasi muda yang melakukan hal tersebut siapa lagi. Maka dari itu sangat dipentingkan bahwa generasi muda harus bebas dari penyalaggunaan narkoba. Generasi muda juga harus menjadi generasi dengan berbagai prestasi, tidak hanya berprestasi tapi juga bersikap baik dan menjunjung tinggi perliku yang baik pula. Generasi muda tanpa penyalahgunaan narkoba juga menjadikan generasi muda yang sehat jasmani dan rohani. Oleh sebab itu generasi muda tanpa penyalaggunaan narkoba adalah generasi mudayang akan berkualitas kedepannya, hal itu tentu harus diimbagi dengan belajar dan usaha yang tinggi untuk bisa dikatakan generasi muda yang berkualitas nantinya.(*)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL