Perekonomian Babel Hingga Oktober 2020 Benar-benar Terpukul

Tim_Wow    •    Kamis, 03 Desember 2020 | 18:28 WIB
Ekonomi
Kepala BPS Provinsi Bangka Belitung, Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami, pada saat acara speak up di wowbabe media.(ist)
Kepala BPS Provinsi Bangka Belitung, Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami, pada saat acara speak up di wowbabe media.(ist)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Pertumbuhan ekonomi Provinsi Bangka Belitung  hingga triwulan ketiga 2020 mengalami terkontraksi. Pandemi Covid-19 sebagai penyebab utama terpukulnya perekonomian Bangka Belitung. Sebagian besar sektor ekonomi terkontraksi atau negatif.  

Tanda-tanda turunnya angka pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung sudah tampak  di triwulan peratma 2020 (Januari-Maret)  yang tercatat Badan Pusat Statistik Provinsi Bangka Belitung hanya 1,35%. Padahal pada triwulan IV tahun 2019, pertumbuhan ekonomi Babel masih diangka 3,99%. Memasuki masa pandemi Covid -19 pada triwulan kedua (April-Juni) 2020 pertumbuhan terkontraksi 4,99% (negatif), bahkan terjadi kontraksi lagi di triwulan ke III, yakni 4,38%.

“Memang pertumbuhan ekonomi dampak Covid memukul semua sektor. Semua orang menunggu dampak Covid terhadap pertumbuhan Indonesia dan Babel khususnya, angka pertumbuhan menentukan masuknya resesi.  Dua kali  terkontraksi, kita masuk resesi. Ketika kita melihat  triwulan III kemarin  sudah minus 4,38%, ya kita sudah resesi,” kata Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami SSi Msi, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bangka Belitung saat dialog langsung dengan wowbabel dalam acara speak up, Kamis (3/11/2020).

Dwi Retno menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung Tahun 2020 sejak triwulan I  sudah  terjadi tanda-tanda menurun meski pertumbuhan masih prostif 1,35%.  

“Sebetulnya ada tanda-tanda, Januari-Maret, Babel pertumbuhan masih positif  1,35, pertumbuhan sudah turun tapi masih positif. Triwulan kedua mulai luar biasa, kita sudah terkontraksi  minus 4,99, lalu  terkontarksi  negatif 4,38. Triwulan tiga  inilah orang berdebar-debar, kontraksi lagi kita masuk resisi, untuk Babel sudah ada perbaikan  minus 4,38, kalau kita berbicara pertumbuhan itu sudah resesi,” tutur Dwi Retno.



MEDSOS WOWBABEL