Tiga Hari yang Menentukan

Jurnalis_Warga    •    Minggu, 06 Desember 2020 | 10:05 WIB
Opini
Ranto (Peneliti Demokrasi dan Pemilu).(ist)
Ranto (Peneliti Demokrasi dan Pemilu).(ist)

Oleh: Ranto (Peneliti Demokrasi dan Pemilu)


Rangkaian kegiatan Pilkada 2020 memasuki babak paling krusial. Berbagai lembaga survei maupun lembaga penelitian sudah mengantongi angka-angka prosentase prediksi kemenangan. Mengenai prediksi bagi pasangan kandidat yang memang potensial bisa memenangkan kompetisi politik ini mengingatkan saya kepada seorang sahabat yang selalu bertanya: apakah prediksi kemenangan ini bisa teraktualkan di hari Rabu, 9 Desember 2020 nanti?

Jika prosedur penelitian atau survei dilakukan secara benar sesuai dengan kaidah ilmiah tentu saja saya dengan mudah menjawab, iya. Dalam kondisi normal, potensi pergeseran dukungan masyarakat terhadap kandidat tertentu kemungkinan untuk berubah cukup kecil. Meskipun demikian bukan berarti tidak ada kemungkinan untuk berubah.

Ada tiga hal yang perlu dicermati untuk melihat berbagai kemungkinan itu. Pertama, jarak elektabilitas di antara kandidat cukup jomplang, yakni dikisaran dua digit. Misalnya, ada salah satu kandidat yang memiliki tingkat elektabilitas berjarak belasan persen dengan kandidat lainnya. Jika ini terjadi maka potensi untuk menyalip kandidat yang telah unggul tadi cukup sulit. Apalagi misalnya, pemilih yang belum menentukan pilihan atau juga masih merahasiakan dukungannya di bawah angka belasan persen tersebut. Dalam kondisi demikian secara matematis sulit untuk merasionalisasikan perubahan peta dukungan politik secara ekstrim. Tapi, bukan berarti tidak mungkin terjadi.



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL