Menatap dan Menghidupkan Laut Bangka Belitung

Jurnalis_Warga    •    Senin, 07 Desember 2020 | 17:10 WIB
Opini
Dr Robin SPi MSi (Dosen Akuakultur/Budidaya Perikanan Universitas Bangka Belitung, Ketua Ikatan Sarjana Perikanan (ISPIKANI)  Cabang Bangka Belitung Periode 2020-2024.(ist)
Dr Robin SPi MSi (Dosen Akuakultur/Budidaya Perikanan Universitas Bangka Belitung, Ketua Ikatan Sarjana Perikanan (ISPIKANI) Cabang Bangka Belitung Periode 2020-2024.(ist)

Oleh: Dr Robin SPi MSi (Dosen Akuakultur/Budidaya Perikanan Universitas Bangka Belitung, Ketua Ikatan Sarjana Perikanan (ISPIKANI)  Cabang Bangka Belitung Periode 2020-2024


Provinsi Bangka Belitung sudah berusia 20 tahun. Jika melihat bumi ini dari atas, maka sekitar 70% nya adalah air dan 30% nya adalah daratan. Indonesia, sekitar 70%-nya air dan 30%-nya daratan. Bangka Belitung, juga hampir 70%-nya air dan 30%-nya daratan. Sehingga tidak salah jika, Bangka Belitung disebut miniaturnya Indonesia. Juga tidak berlebihan jika kita merubah cara pandang kita terhadap laut, Menatap Laut. 

Provinsi ini telah dianugrahi yang maha kuasa dengan wilayah seluas 81.582 Km2, terdiri dari wilayah daratan 16.281 Km2.Meliputi dua pulau besar, yaitu Pulau Bangka dengan luas 11.481 Km2  dan Pulau Belitung dengan luas 4.800 Km2,serta 950 buah pulau-pulau kecil dan panjang pantai 1.200 Km. Selain itu, Bangka Belitung punya luas perairan laut seluas 65.301 Km2. Pembagian luasannya adalah  perairan laut Pulau Bangka 16.619 Km2 (25,45 % ) dan perairan laut Pulau Belitung seluas 29.606 Km2 (45,34 %). Dari total perairan laut tersebut,  diperkirakan 20% diantaranya merupakan perairan karang. Ditambah lagi, jika kita menoleh ke wilayah daratannya, Bangka Belitung juga lahan yang berlimpah air tawarnya.

Secara geografis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki letak yang sangat strategis, sehingga dalam hal pemasaran berbagai produk hasil buminya, semestinya akan lebih mudah. Jangkauan lokal seperti ke Jawa, ke Sumatera, Singapura, dll. Kita terkesan lupa akan potensi besar yang bisa diperbaharui,yang jauh lebih menjanjikan, usaha yang dapat diturunkan sampai ke anak cucu, yang berasal dari laut dan pesisir. Karena kita sudah terbiasa dimanjakan oleh bijih timah.

Potensi sumberdaya alam yang dimiliki Bangka Belitung diantaranya: Pertama, Potensi Sumberdaya Perikanan dan Kelautan yang melimpah baik dari segi persivitas maupun kuantitas. Kedua, Potensi Sumberdaya Pesisir, seperti terumbu karang (3.854 Ha, di sekitar perairan Pulau Bangka), pasir (19.424 Ha), padang lamun (491 Ha,umumnya golongan halophilla sp), rumput laut (seaweed) dari jenis hypnea sp, laurencia sp, dan kawasan perlindungan laut/konservasi berupa hutan bakau (mangrove) sebesar 29.912 Ha dan sempadan pantai sebesar 22,779 Ha. Ketiga,berupa potensi wisata bahari. Keempat, Potensi Oseanografi, seperti potensi angin sebagai sumber daya listrik,potensi arus dan gelombang laut, potensi cahaya matahari, dan sebagainya. 

Kelima, potensi pengolahan ikan. Keenam, potensi pemasaran produk-produk perikanan. Dan Ketujuh, Potensi Budidaya, yang mana perairan pesisir Bangka Belitung hampir semuanya baik dan cocok untuk budidaya perikanan payau dan laut. Hampir seluruh jenis biota, baik yang di proritaskan (udang, kepiting, cumi, teripang, kerapu, kerang mutiara,rumput laut dll) ataupun yang tidak diproritaskan (Bandeng, baronang, dll), dapat tumbuh kembang dengan baik di laut kita. 

Sehingga Menatap Laut, yang juga bermakna Menghidupkan Laut, adalah langkah strategis yang mesti diperhitungkan, untuk dijadikan sumber-sumber baru pendapatan asli daerah (PAD) Provinsi ini. Bukankah tanah dan sumber daya yang ada ini titipan dari anak cucu kita ? bukan pemberian anak cucu kita? Jadi Mari berfikir menghidupkan laut.



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL