Ibrahim: Pilkada Semakin Tidak Terpola

Hafiz Wow    •    Rabu, 09 Desember 2020 | 21:30 WIB
Pilkada
Rektor Universitas Bangka Belitung, Dr Ibrahim MSi.(ist)
Rektor Universitas Bangka Belitung, Dr Ibrahim MSi.(ist)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Rektor Universitas Bangka Belitung, Dr Ibrahim MSi turut mengomentari hasil Pilkada empat kabupaten di Provinsi Bangka Belitung. Ibrahim menilai Pilkada 2020 di Bangka Belitung berjalan dengan lancar, Rabu (9/12/2020).

Berdasarkan pengamatannya, sementara partisipasi masyarakat dalam Pilkada ini cukup baik, meski didahului oleh cuaca buruk pada malam harinya dengan sedikit mendung pada pagi hari pencoblosan.

"Saya melihat bahwa masyarakat cukup antusias dengan pola pencoblosan yang cukup mudah karena hanya berisi satu lembar surat suara. Di banyak tempat yang sempat kita amati, para petugas KPPS cukup kreatif dalam menghadirkan suasana baru, terutama terkait dengan model TPS yang terdandani di sebagian tempat, berikut protokol kesehatan yang diterapkan," ungkap Ibrahim saat dikonfirmasi, Rabu (9/12/2020)

Ibrahim mengatakan, meski hasil resmi penghitungan belum dirilis secara resmi oleh KPU, terlihat hasil Pilkada 2020 sudah dikonsumsi secara luas. Menurutnya, hasil perhitungan cepat Pilkada 2020 cukup menarik untuk dibaca. Sekaligus menunjukkan bahwa pola kemenangan dan kekalahan semakin rumit dan sulit dibuat polanya.

"Saya mulai dari Bangka Barat yang menghadirkan kejutan baru dengan terhempasnya incumbent. Sukir dan Bong menukik melesat di atas incumbent dengan selisih suara yang cukup berbeda dibandingkan dengan pilkada-pilkada sebelumnya. Rumus bahwa incumbent kuat nampaknya mengalami antitesa dan hal ini menunjukkan bahwa pemilih Bangka Barat memang dinamis. Tumbang-menumbangkan saya kira menjadi rumus menarik yang ada di daerah ini dan saya melihat bahwa Bangka Barat selalu menghadirkan kejutan," papar Ibrahim yang juga Dosen Ilmu Politik UBB.

Di Bangka Selatan, Ia menyebutkan incumbent wakil bupati berjaya, sekaligus menuntaskan harapan tiga pasangan lainnya yang cukup berat. Riza dan Deby memang melawan putra incumbent bupati dan Rina Tarol yang cukup berpengalaman dalam sejarah kontestasi kepemiluan di daerah ini. Sama dengan Bangka Barat, pemilih Bangka Selatan sangat cair dalam mengangkat dan menumbangkan incumbent, tentu dengan beragam ceritanya.

Sementara itu, Ibrahim menilai kejutan justru datang dari Bangka Tengah. Di atas kertas, kans Didit-Korari lebih kuat diunggulkan. Selain keduanya adalah pasangan yang berpengalaman dalam dunia politik, drama meninggalnya incumbent bupati menjadi salah satu cerita yang diperkirakan akan memuluskan jalan pasangan ini.

"Faktanya, ia tersalip cukup jauh oleh pasangan Beriman. Kejutan ini melengkapi cerita getir dimana Didit adalah tokoh yang selalu unggul jauh dalam perolehan suara beberapa pemilihan legislatif yang boleh disebut sebagai kandangnya. Namun saya kira masyarakat sudah menentukan pilihannya dan pilihan ini adalah keinginan mayoritas masyarakat," terangnya.



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE