Tersangka Narkoba Jaringan Singapura Dihukum Seumur Hidup

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mochamad Ariffudin.(rul/wb)
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mochamad Ariffudin.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Kejaksaan Negeri Kabupaten Bangka Barat telah menerima salinan putusan dari Mahkamah Agung (MA) terhadap para tersangka perkara narkoba dengan barang bukti sebanyak enam kilogram sabu-sabu dan 4.818 ekstasi. 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mochamad Ariffudin, menyampaikan kasus tersebut atas nama Alvin Mubarok, Andi Agus Setiawan dan Hengki Dunan Siagian. Salinan putusan dari MA tersebut tertanggal 4 Desember 2020.

"Baru kita terima putusannya dan hasilnya Alhamdulillah menguatkan sesuai dengan tuntutan seumur hidup, jadi kemarin tuntutan kita seumur hidup," ungkap Arif, Jumat(11/12/2020). 

Untuk Alvin Mubarok dan Andi Agus Setiawan masing-masing dijatuhi hukuman 20 tahun. Sementara itu Hengki Dunan Siagian dijatuhi hukuman seumur hidup. 

Lebih lanjut dijelaskan Arif, sebelumnya sempat diputuskan oleh pengadilan hukuman 19 tahun, pihaknya keberatan dan mengajukan banding ke pengadilan tinggi yang sependapat serta diperkuat dengan putusan Mahkamah Agung.

"Dari fakta di pengadilan kami menemukan bahwa ini merupakan jaringan internasional selain dari jumlahnya barang bukti yang banyak kurang lebih enam kilo dan empat ribu butir pil ekstasi, kita juga disitu melihat perjalanannya," jelas Arif.

Arif mengungkapkan barang tersebut masuk melalui Aceh ke Tembilahan lalu ke Batam kemudian ke Palembang baru menyeberang ke Pulau Bangka.

"Informasi yang kita dapatkan dari teman-teman di BNN memang ini jaringan Singapura, kalau menurut fakta di persidangan ini yang kedua kalinya mereka masuk ke sini," ujarnya

Kepala Seksi PB3R Kejari Bangka Barat Arif, juga mengingatkan kepada masyarakat akan bahaya narkoba, salah satunya bisa merusak jiwa. (rul/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL