Ratusan Nelayan Usir Tiga KIP Coba Masuk Matras

Dwi H Putra    •    Minggu, 13 Desember 2020 | 15:39 WIB
Lokal
Caption: Ratusan nelayan yang tergabung dalam ANMP mengusir KIP di Laut Matras, Minggu (13/12/2020). (dwi/wb)
Caption: Ratusan nelayan yang tergabung dalam ANMP mengusir KIP di Laut Matras, Minggu (13/12/2020). (dwi/wb)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Ratusan nelayan yang tergabung dalam Aliansi Nelayan Matras Pesaren (ANMP) kembali mengusir tiga unit kapal isap produksi (KIP) milik mitra PT Timah tbk, yang mencoba beraktivitas di Perairan Matras Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Tiga unit KIP yakni Chokdee, Puket dan Lembawai 2, langsung bergeser meninggalkan Perairan Matras, setelah didekati ratusan perahu nelayan Matras hingga Pesaren, pada Minggu (13/12/2020) pagi sekitar pukul 08.000 WIB - 10.00 WIB. 

"Nelayan tetap akan melakukan perlawanan penolakan KIP, meski belum ada keputusan dari Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI)," kata salah seorang nelayan Aik Antu Bedukang, Juliadi di Sungailiat, Minggu (13/12/2020). 

"Penolakan secara spontanitas yang akan langsung turun ke lokasi atau jalur lainnya, dari kawan-kawan yang peduli Perairan Matras dan sekitarnya," ujarnya. 

Lanjut pria yang akrab disapa Ali, terkait adanya penolakan ANMP ini kalau untuk pemerintah daerah, tidak ada aksi nyata yang dibutuhkan nelayan yaitu mentiadakan aktivitas pertambangan laut di Perairan Matras. 

"Pemerintah daerah kita sudah sama-sama melihat tidak ada sama sekali aksi nyatanya, palingan bilang kita akan bantu, kita akan berusaha. Nyatanya nongol saja tidak, gimana mau bantu kami," jelas Ali. 

"Bosan sudah kami mendengar janji tanpa bukti, kalau untuk Pemerintah Bangka tidak usah dinilai pun sudah keliatan buta dan tulinya," tandasnya. 

Diketahui aksi nelayan yang tergabung dalam ANMP ini berlangsung sejak 2016 lalu dan puncaknya sejak 9 November 2020, ketika KIP benar-benar masuk ke Perairan Matras hingga hari ini. 

Nelayan yang tergabung dalam ANMP ini juga rela tidak pulang ke rumah dan melaut, guna memenuhi kebutuhan sehari-hari khususnya makan dan minum, massa nelayan membentuk Posko Peduli Nelayan ANMP di salah satu pondok di kawasan Pantai Matras, hingga saat ini sejumlah bantuan seperti makanan, minuman dan uang masuk ke posko dari para dermawan dan masyarakat yang peduli dengan Pantai Matras Sungailiat. (dwi/wb)




MEDSOS WOWBABEL