UBB Gelar UAS Secara Online, Gunakan SIAKAD

Hafiz Wow    •    Selasa, 15 Desember 2020 | 16:32 WIB
Lokal
Universitas Bangka Belitung (UBB).(net)
Universitas Bangka Belitung (UBB).(net)

MERAWANG, www.wowbabel.com -- Universitas Bangka Belitung (UBB) akan memberlakukan Ujian Akhir Semester (UAS) dengan bentuk online exam melalui Sistem Informasi Akademik (SIAKAD).

Hal ini diutarakan, Wakil Rektor 1 Universitas Bangka Belitung, Nizwan Zuhri kepada Wow Babel, Selasa (15/12/2020). Ia mengatakan pelaksanaan UTS maupun UAS berlaku seperti pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan pemberian tugas dan ujian secara online.

"Pelaksanaan ujian baik UTS maupun UAS di UBB sama dengan pelaksanaan Pembelajaran atau perkuliahan yang dilaksanakan secara online. Di UBB dengan menggunakan SIAKAD UBB," kata Nizwan.

Lebih lanjut, Nizwan menyebutkan UAS akan dimulai pada 17 Desember 2020 mendatang. Pelaksanaan ujian daring tidak jauh berbeda dengan ujian secara tatap muka (offline).

"Sudah ada format sebagaimana terdapat pada sistem informasi Akademik UBB, sama saja seperti offline, tetapi ini dilakukan secara online," tuturnya.

Sementara itu, terkait kebijakan Kemendikbud RI yang memperbolehkan perkuliahan tatap muka pada bulan Januari 2021 mendatang, pihaknya bakal mengikuti kebijakan tersebut.

Kendati demikian, UBB baru akan melaksanakan pembelajaran tatap muka semester genap pada bulan Februari. Selanjutnya, pihaknya akan kembali membahas teknis pelaksanaan tatap muka dengan mengacu ketentuan dari Kemendikbud.

"Ya, untuk perkuliahan semester genap yang akan datang, yang di UBB baru akan dilaksanakan bulan Februari akan mengikuti sesuai dengan kebijakan Kemendikbud. Teknis pelaksanaan saat ini lagi dibahas mengacu dengan ketentuan Kemendikbud," jelasnya.

Salah satu mahasiswa UBB, Mohammad Safarudiansyah mengaku kendala ujian yang dilakukan secara daring selama ini yakni deadline waktu pengumpulan tugas yang terlalu singkat. Selain itu, lemahnya koneksi jaringan internet kerap menjadi kendala bagi mahasiswa.

"Tidak terpantaunya pelaksanaan ujian juga menjadi kekurangan ujian secara daring ini. Misal bisa melihat jawaban di google, bertanya kepada teman, sehingga terjadi potensi kecurangan dalam ujian online," ungkap Safa yang merupakan mahasiswa Sastra Inggris semester lima.

Ia menambahkan, selain kendala juga terdapat kemudahan pada UAS online. Menurutnya, mahasiswa lebih bisa fleksibel dan efektif dalam pengumpulan tugas ujian.

"Harapannya tugas ujian dapat diberikan secara lugas dan teratur, sehingga tidak lagi ada tabrakan jadwal, dan dalam pengerjaan pun mahasiswa dapat dilakukan dengan efisien. Terlebih semoga pandemi Covid-19 cepat berakhir, sehingga dapat melakukan aktivitas pembelajaran tatap muka seperti biasa," pungkasnya.(fiz/wb)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL