Enam Mantan RT Kenanga Akhirnya Dibebaskan

Dwi H Putra    •    Kamis, 17 Desember 2020 | 19:28 WIB
Lokal
Caption: Masyarakat yang memberikan dukungan bagi enam mantan RT kenanga yang menjalani persidangan, Kamis (17/12/2020). (dwi/wb)
Caption: Masyarakat yang memberikan dukungan bagi enam mantan RT kenanga yang menjalani persidangan, Kamis (17/12/2020). (dwi/wb)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Porses sidang enam warga Kelurahan Kenanga Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang dilaporkan PT Bangka Asindo Agri (BAA), akhirnya ponis bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat. 

Proses sidang diwarnai aksi solidaritas mahasiswa dan warga masyarakat Kelurahan Kenanga terhadap pejuang lingkungan ini, yang mana ratusan masa sempat saling dorong dengan aparat kepolisian yang berjaga di pintu masuk PN Sungailiat.

Massa ditengah rintik hujan, meminta agar bisa masuk ke dalam halaman untuk memberi dukungan moril kepada keenam mantan Ketua Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Kenanga seperti sidang sebelumnya.

Berselang kemudian, beberapa warga yang ikut menyaksikan proses persidangan keluar menemui massa aksi, memberikan kabar bahwa seluruh terdakwa dibebaskan dan bisa pulang. 

"Surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungailiat gugur demi hukum dan berkenaan dengan itu juga keenam warga yang ada di rumah tahanan (Rutan) segera dikeluarkan hari ini," kata Penasehat Hukum (PH) keenam terdakwa, Zaidan di Sungailiat, Kamis (17/12/2020).

"Akhirnya, Majelis Hakim mengabulkan eksepsi yang diajukan ketika persidangan sebelumnya," ujarnya. 

Zaidan yang juga didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lingkungan Hidup serta LBH Keadilan Untuk Bangka Indonesia (KUBI) bersyukur atas keputusan tersebut, dimana dengan gugurnya dakwaan itu berarti Yuniot Man juga gugur karena merupakan satu kesatuan.

"Saya sempat menulis kasus Kenanga ini kasus pertama di dunia, dimana orang membuat undangan sosialisasi hukum kok bisa dihukum, jadi sangat aneh," tegas Zaidan. 

Sementara itu, Korda BEM SI Babel, Wahyu Akmal, mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Aliansi Peduli Warga Kenanga sejak beberapa hari lalu.

"Bagi kami persoalan ini merupakan persoalan Babel, jika ini dibiarkan, maka cerminanan penegakan hukum sangat miris dan akan berefek pada masyarakat lain yang saat ini masih banyak berjuang terhadap lingkungan," jelas Wahyu. 

Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan kajian terkait persoalan hukum yang menjerat warga Kenanga saat memperjuangkan lingkungannya dari bau busuk.

"Sudah jelas dalam undangan-undang tentang lingkungan hidup pun menegaskan bahwa setiap warga negara tidak bisa dilaporkan pidana maupun perdata ketika sedang berjuang terhadap lingkungan mereka," pungkasnya.

Aksi massa berakhir seiring dibebaskannya keenam terdakwa usai azan Dzuhur dikumandangkan, masaa membubarkan diri dengan tertib dengan wajah gembira.(dwi/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL