Kasus Enam Mantan RT Bisa Lanjut, Jika JPU dan PH Ajukan Perlawanan

Dwi H Putra    •    Kamis, 17 Desember 2020 | 20:02 WIB
Lokal
Caption: Aksi dukungan mahasiswa bagi enam mantan RT Kenanga, Kamis (17/12/2020). (dwi/wb)
Caption: Aksi dukungan mahasiswa bagi enam mantan RT Kenanga, Kamis (17/12/2020). (dwi/wb)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Proses sidang keenam mantan Ketua Rukun Tetangga (RT) Kelurahan Kenanga Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), meski surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungailiat batal demi hukum, kasus tersebut masih bisa dilanjutkan jika JPU atau pun penasehat hukum mengajukan perlawanan.

Humas Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, Arief Khadarmo, mengatakan ada beberapa hal yang membuat surat dakwaan tersebut gugur demi hukum, salah satunya terkait identitas.

"Dakwaannya untuk identitas masih Ketua RT, tapi uraiannya sudah mengundurkan diri. Saksi ahli menurut penasihat hukum mestinya bukan saksi pidana, tapi saksi administrasi," kata Arief usai persidangan di Sungailiat, Kamis (17/12/2020). 

Dijelaskannya JPU dan penasehat hukum punya hak untuk mengajukan upaya hukum, jika tidak sependapat dengan majelis hakim.

"Jadi ini baru formalitas surat dakwaan jadi belum melihat materi pokok perkara, majelis belum memutuskan terbukti atau tidak," jelas Arief. 

"Pihak JPU dan penasehat hukum bisa melakukan perlawanan, tapi akan diperiksa oleh Pengadilan Tinggi (PT)," paparnya.

Diketahui, keenam mantan Ketua RT warga Kelurahan Kenanga yang dilaporkan PT Bangka Asindo Agri (BAA), akhirnya ponis bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat. 

Proses sidang diwarnai aksi solidaritas mahasiswa dan warga masyarakat Kelurahan Kenanga terhadap pejuang lingkungan ini, yang mana ratusan masa sempat saling dorong dengan aparat kepolisian yang berjaga di pintu masuk PN Sungailiat.

Massa ditengah rintik hujan, meminta agar bisa masuk ke dalam halaman untuk memberi dukungan moril kepada keenam mantan Ketua Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Kenanga seperti sidang sebelumnya.

Berselang kemudian, beberapa warga yang ikut menyaksikan proses persidangan keluar menemui massa aksi, memberikan kabar bahwa seluruh terdakwa dibebaskan dan bisa pulang. (dwi/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL