Urgensi Regulasi Perlindungan Data Pribadi Bagi Keamanan Data Pengguna Teknologi Digital

Jurnalis_Warga    •    Sabtu, 19 Desember 2020 | 20:32 WIB
Opini
Azzamhari Ferdiansyah, Mahasiswa Jurusan Hukum UBB
Azzamhari Ferdiansyah, Mahasiswa Jurusan Hukum UBB

Digitalisasi sudah menjamah pada setiap lini bidang kehidupan, Kehadiran platform digital membuat pekerjaan menjadi lebih efisien dan optimal, dimana kegiatan tersebut langsung bisa dilakukan hanya melalui sebuah perangkat elektronik. Aktivitas yang berlangsung pada platform digital memilki akses jaringan yang saling terhubung antar sesama perangkat, hal ini memungkinkan terjadinya pertukaran data yang tidak dinginkan.

Pada era digitalisasi data adalah kekayaan baru, bahkan data sudah menjadi properti yang banyak diincar karena memuat informasi pribadi, apalagi termuat di satu platform dalam skala besar. Data merupakan aset yang berharga baik data pribadi maupun data strategis publik.

Data yang menjadi basis pengguna platform digital yang berisi informasi pribadi terancam disalahgunakan dan disebarluaskan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab tanpa seizin dari pemilik data. Informasi krusial yang terdata pada platform digital rentan mengalami kebocoran apabila belum terproteksi dengan sistem kemananan yang baik.

Alasan yang mendesak agar regulasi segera hadir yaitu maraknya peristiwa kebocoran data pribadi yang terjadi, bahkan selama tahun 2020 ada lebih dari 100 juta data pribadi yang bocor dan diperjualbelikan dari berbagai platform digital. Serta masifnya skandal pencurian data pengguna jejaring digital oleh sekelompok hacker.

Selain itu pesatnya perkembangan industri teknologi digital seperti e-commerce, fintech dan pengembangan smart city akan mendorong pengumpulan data pribadi dalam skala besar yang rentan disalahgunakan. Masalah perlindungan data pribadi harus menjadi perhatian mengingat perkembangan teknologi membuat penyalahgunaan data semakin rentan.

Diperlukan regulasi perlindungan data pribadi yang mengatur tentang keamanan teknologi digital secara komprehensif dan mendetail mengingat perkembangan digital akan menumbuhkan ancaman dan aliran kejahatan terhadap data pribadi. Penyusunan regulasi harus menggunakan acuan global termasuk konvensi general data protection dan regulation (GDPR). Dalam konvensi tersebut, perlindungan data tidak hanya sebatas perlindungan inpidu, namun juga kedaulatan data sebuah negara.

RUU PDP (perlindungan data pribadi) yang sedang dibahas di badan legislasi harus segara disahkankan dan diundangkan. Indonesia tidak bisa lagi hanya bersandar pada permen atau PP dan UU lainya yang bersifat sektoral. Saat ini dasar hukum perlindungan data pribadi yang berlaku yaitu permen kominfo nomor 20 tahun 2016 tentang perlindungan data pribadi dalam sistem elektronik. Kemudian peraturan pemerintah nomor 71 tahun 2019 tentang penyelenggraan sistem dan transaksi elektronik.

Terdapat tiga unsur penting yang harus tercangkup dalam UU PDP. Pertama kedaulatan data, negara harus menguasasi dan mengelola data warga negara. Kedua, terkait kepemilikan data baik pribadi maupun spesifik lainnya. Ketiga, pengaturan lalu lintas data.

Berdasarkan isi draf, RUU PDP memuat 72 pasal dan 15 bab. Beleid itu mengatur tentang definisi data pribadi, jenis, hak kepemilikan, hak pemrosesan, pengiriman, lembaga berwenang, yang mengatur data pribadi, serta penyelesaian sengketasengketa. Selain itu RUU tersebut juga mengatur kerja sama internasional hingga sanksi yang akan dikenakan atas penyalahgunaan data pribadi.

 PDP memiliki nilai dan peran untuk segera dilahirkan mengingat regulasi tersebut bertujuan mencegah dan melindungi jika terjadi penyalahgunaan terhadap data inpidu. Kemudian UU PDP diharapkan dapat memberikan kepastian hukum perlindungan data pribadi dan menjadi payung hukum bagi pelaku usaha dan masyarakat mengenai keamanan data pribadi. Aturan ini menjadi sangat penting dan relevan, karena kehidupan global dan nasional telah bertranformasi ke era digitalisasi. (*)


Penulis : Azzamhari Ferdiansyah, Mahasiswa Jurusan Hukum UBB



Tags :
TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL