Universitas Bangka Belitung Raih Dana Riset dari Norwegia

Mahasiswa Universitas Bangka Belitung sedang menjalani kuliah.(fiz/wb)
Mahasiswa Universitas Bangka Belitung sedang menjalani kuliah.(fiz/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Universitas Bangka Belitung (UBB) bersama-sama dengan lima kampus lain terpilih sebagai penerima pendanaan penelitian dari Norwegian Program for Capacity Development in Higher Education and Research for Development (NORHED II) oleh Pemerintah Norwegia.

Rektor Universitas Bangka Belitung, Ibrahim mengatakan UBB akan menjalankan program ini bersama dengan tiga kampus lainnya, yakni UGM, Undana Kupang, Politeknik Negeri Pontianak dalam satu rangkaian riset bersama. Riset ini akan berjalan selama enam tahun dan akan dimulai pendanaannya pada tahun 2021. Kegiatan riset yang didanai akan fokus pada politik ekstraktif tambang dan dinamika governance transititon disekitarnya. Dua kampus lain yang didanai adalah ITB dan IPB. 

"Proposal ini disusun bersama antara tiga kampus lainnya dan akan menggandeng mitra universitas dari luar negeri, yaitu Norwegian University of Science and Technology (NTNU)-Norwegia," ujar Ibrahim kepada Wow Babel, Rabu (30/12/2020)

Sementara itu, Ibrahim mengatakan untuk program ini UGM melalui Jurusan Politik dan Pemerintahan (JPP) akan menjadi leading project-nya dan akan fokus pada lokus ekstraktivisme yang lebih luas di Indonesia. Proses penyiapan proposalnya sendiri dilakukan oleh para dosen di Jurusan Ilmu Politik FISIP UBB dan memakan waktu lebih kurang hampir satu tahun, mulai dari penyusunan, submit untuk call paper, sampai pada proses penilaian dan pengumumannya.

"Program pendanaan ini akan menjadi program yang bergengsi karena selain akan melibatkan para peneliti dari kampus ternama, program ini juga akan menjadi jembatan kerjasama untuk jejaring kemitraan dengan kampus luar negeri," terangnya.

Ibrahim menuturkan jejaring kerjasama internasional sangat dibutuhkan untuk mendongkrak nilai akreditasi kampus serta mendorong globalisasi pemikiran para akademisi. Hal ini menurutnya sejalan dengan keinginan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang terus mendorong peningkatan jejaring internasional dan mengungkit nilai pengakuan kampus secara global. 

Ditambahkan Ibrahim, setidaknya ada beberapa program kolaborasi riset dan kegiatan internasional yang dalam beberapa tahun terakhir ini telah diraih UBB dan menghasilkan pendanaan dari mitra luar negeri. Kerjasama USAID-Shera-UGM-UBB tahun lalu juga menghasilkan dana kemitraan lebih kurang 38.000 USD, kerjasama dengan One Asia Foundation-UBB selama dua tahun berturut-turut pada 2019-2020 dengan nilai total kerjasama lebih kurang 60.000 USD, dan kerjasama dengan program NORHED-Norway ini yang akan didanai untuk total senilai 20 Juta NOK untuk jangka waktu enam tahun. 

“Kedepan, UBB diharapkan dapat terus berkiprah dalam pergaulan global dengan menggandeng berbagai mitra kerjasama, baik dalam maupun luar negeri, serta mendorong kajian-kajian multidisiplin,” imbuh Ibrahim.

Dikatakan Ibrahim, UBB sendiri saat ini memiliki 204 orang dosen dengan lebih kurang 30% diantaranya sudah dan sedang menempuh pendidikan doktor. Di luar negeri, UBB memiliki dosen yang saat ini sedang studi doktor di Taiwan, Belgia, India, Jepang, dan Amerika Serikat dengan sumber beasiswa dari lembaga internasional dan pemerintah Indonesia. 

“Tahun depan, satu dosen UBB juga siap berangkat ke Austria untuk studi doktor dengan pendanaan dari Pemerintah Austria," tukasnya.(fiz/wb)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL