Kasus Covid-19 di Pangkalpinang Paling Tinggi se-Babel

Hafiz Wow    •    Minggu, 03 Januari 2021 | 12:59 WIB
Lokal
Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Babel, Andi Budi Prayitno.(dok)
Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Babel, Andi Budi Prayitno.(dok)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com, Jumlah keseluruhan kasus positif Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) telah mencapai 2.477 kasus, Sabtu (2/1/2021). 

Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat 35,7% pasien Covid-19 di Babel berasal dari Kota Pangkalpinang.

Terdata, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Pangkalpinang mencapai 873 kasus. Tak sampai disitu, Kota Beribu Senyuman juga mencatatkan angka kematian tertinggi akibat Covid-19, yakni 6,04 kasus per 100 ribu penduduk. Sehingga hingga saat ini Kota Pangkalpinang berada pada zona merah penyebaran Covid-19.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Babel, Andi Budi Prayitno meminta Satgas Penanganan Covid-19 Kota Pangkalpinang untuk lebih responsif dan proaktif dalam menyikapi lonjakan orang yang terpapar Covid-19 dengan mengambil langkah-langkah dan kebijakan taktis guna menyelamatkan serta menjamin kesehatan warga Pangkalpinang.

"Harapan dan permintaan yang sama juga disampaikan kepada Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, agar jangan lengah dan tetap konsisten untuk bersama-sama memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19 di daerahnya masing-masing," ungkap pria yang akrab disapa ABP, Minggu (3/1/2021) pagi.

Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 agar tidak berdampak pada penularan Covid-19 yang semakin meluas, ABP meminta Satgas Penanganan Covid-19 Kota/Kabupaten menyiapkan Wisma Isolasi/Karantina bagi warganya yang termasuk dalam kategori kontak erat khususnya orang yang terkonfirmasi Covid-19. Selain itu juga melakukan tracing yang agresif dan testing yang lebih massif di wilayahnya masing-masing.

"Kecuali itu, pemantauan dan pengawasan terpadu dan koordinatif terhadap orang yang dilakukan tes swab agar disiplin melakukan isolasi mandiri sampai dengan hasil tesnya keluar dan dinyatakan negatif atau tidak terkonfirmasi Covid-19 perlu lebih ditingkatkan," katanya.

Lebih lanjut, ABP menilai pelibatan semua unsur terkait khususnya bidang pelayanan kesehatan dan sosial sampai ke tingkat bawah (RW dan RT) masih kurang, sehingga warga masyarakat menjadi kurang peduli dan kurang disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di lingkungannya.

"Jangan sampai, seperti yang sering terjadi, setelah ada warga atau tetangganya yang terpapar Covid-19 baru ribut-ribut dan sibuk, sementara pencegahan dan sosialisasi serta edukasi tidak dilakukan dengan maksimal sebelum terjadi," tegasnya.

Selama bulan Desember 2020, pihaknya mencatat setidaknya 508 orang di Kota Pangkalpinang yang terkonfirmasi Covid-19. Kemudian terdata sebagai wilayah kenaikan kasus tertinggi, yakni 55,0%.

Sementara, ABP menyebutkan Pemerintah Kota Pangkalpinang sama sekali tidak punya tempat/Wisma Isolasi yang khusus dan disiapkan untuk mengisolasi pasien yang terpapar Covid-19, terlebih orang yang termasuk dalam kategori kontak erat. Sehingga mengakibatkan penularan dan penyebaran virus Corona menjadi kian meluas, massif, menjadi transmisi lokal, tanpa terkendali. 

"Jujur, kita kewalahan bila semua warga yang terpapar Covid-19 ini harus diisolasi atau dikarantina sementara daya dukung SDM dan kapasitas daya tampung Wisma Isolasi maupun RS untuk karantina kita terbatas bahkan penuh, lantaran lonjakan kasus/orang yang terpapar," jelasnya.

Ia menegaskan, sinergitas dan kolaborasi harus ditunjukkan dengan langkah konkret, melalui kebijakan dan tindakan nyata. Menurutnya, ada tanggung jawab konstitusional sekaligus tanggung jawab moral kita sebagai warga bangsa, terlebih sebagai pemimpin daerah.

"Sebab kesehatan terutama keselamatan warga/masyarakat adalah kedaulatan tertinggi yang harus kita perjuangkan dan tunaikan sebagai wujud tanggung jawab tadi," tandasnya.(fiz/wb) 



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL