Satgas Covid-19 Babel, Pertanyakan Keseriusan Pemkot Pangkapinang Tangani Corona

Dwi H Putra    •    Minggu, 03 Januari 2021 | 17:37 WIB
Lokal
Caption: Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Babel, Andi Budi Prayitno. (dok/wb)
Caption: Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Babel, Andi Budi Prayitno. (dok/wb)

PANGAKLPINANG, www.wowbabel.com -- Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 sehingga tidak semakin meluas, kepada Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 kota/ kabupaten yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melakukan berbagai upaya pencegahan. 

Selain itu diminta untuk menyiapkan Wisma Isolasi/Karantina bagi warganya yang termasuk dalam kategori kontak erat, khususnya orang yang terkonfirmasi Covid-19, juga melakukan tracing yang agresif dan testing yang lebih masif di wilayahnya masing-masing.

"Kasus tertinggi dengan angka kematian terbanyak di Babel berasal dari Pangkalpinang (zona merah), pasien terpapar baik di wisma karantina maupun isolasi di rumah sakit juga dari Pangkalpinang, terkait kondisi ini apa yang dilakukan Walikota Pangkalpinang selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 di ibukota provinsi ini," kata Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Babel, Andi Budi Prayitno, Minggu (3/1/2021). 

"Kami mempertanyakan sekaligus meminta Satgas Penanganan Covid-19 Kota Pangkalpinang untuk lebih responsif dan proaktif, menyikapi lonjakan orang yang terpapar Covid-19 dengan mengambil langkah dan kebijakan taktis," ujarnya. 

Hal ini dilakukan semata-mata demi menyelamatkan warga dan menjamin kesehatan warga di Kota Pangkalpinang. Tidak terkecuali itu pemantauan dan pengawasan terpadu dan koordinatif terhadap orang yang dilakukan tes swab, agar disiplin melakukan isolasi mandiri sampai dengan hasil tesnya keluar dan dinyatakan negatif/ tidak terkonfirmasi Covid-19 perlu lebih ditingkatkan.

Pelibatan semua unsur terkait khususnya bidang pelayanan kesehatan dan sosial sampai ke tingkat bawah (RW dan RT) yang masih kurang maksimal, sehingga warga masyarakat menjadi kurang peduli dan kurang disiplin dalam menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19 di lingkungannya.

"Jangan sampai seperti yang sering terjadi, setelah ada warga atau tetangganya yang terpapar Covid-19 baru ribut-ribut dan sibuk, sementara pencegahan dan sosialisasi serta edukasi tidak dilakukan dengan maksimal," jelas pria yang akrab disapa ABP ini. 

Apalagi catatan selama bulan Desember 2020 setidaknya 508 orang di Kota Pangkalpinang yang terkonfirmasi Covid-19, sementara Pemkot Pangkalpinang sama sekali tidak punya tempat/ wisma isolasi khusus dan disiapkan untuk mengisolasi mereka yang terpapar, belum lagi orang yang termasuk dalam kategori kontak erat, sehingga mengakibatkan penularan dan penyebaran virus Covid-19  menjadi kian meluas, masif, menjadi transmisi lokal tanpa terkendali.

"Jujur, kami kewalahan bila semua warga yang terpapar Covid-19 ini harus diisolasi atau dikarantina sementara daya dukung SDM dan kapasitas daya tampung wisma isolasi maupun RS untuk karantina terbatas, bahkan penuh lantaran lonjakan kasus/ orang yang terpapar," paparnya. 

Ditambah ada setidaknya dua kasus warga Kota Pangkalpinang yang terkonfirmasi Covid-19 meninggal dunia, dimana pihak keluarga dan sebagian warga menolak untuk dilakukan proses pemulasaran jenazah sesuai dengan Protokol Covid-19, dan ini tentu tidak dibenarkan karena melanggar aturan sebagaimana Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. 

Satgas Penanganan Covid-19 Kota Pangkalpinang harus menjadikan kasus tersebut pembelajaran agar tidak terjadi lagi dan terulang di kemudian hari, karena dampaknya sangat berbahaya bagi keselamatan warga masyarakat secara umum. Pemerintah harus hadir secara nyata dalam menangani warganya yang terpapar maupun menanggulangi kasus Covid-19 di wilayahnya.

Sinergitas dan kolaborasi harus ditunjukkan dengan langkah konkret, melalui kebijakan dan tindakan nyata. Sebab ada tanggung jawab konstitusional sekaligus tanggung jawab moral kita sebagai warga bangsa, terlebih sebagai pemimpin daerah.

"Sebab kesehatan terutama keselamatan warga masyarakat adalah kedaulatan tertinggi yang harus diperjuangkan dan tunaikan sebagai wujud tanggung jawab," tukas ABP. 

"Harapan dan permintaan kami juga kepada Satgas Penanganan Covid-19 kabupaten di Babel, agar jangan lengah dan tetap konsisten untuk bersama-sama memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19 di daerahnya masing-masing," pungkasnya. (dwi/wb)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL