Aktivitas TI Ilegal di Marbuk Kembali Marak

Caption: Aktivitas tambang ilegal di Marbuk, Bangka Tengah.  (her/wb)
Caption: Aktivitas tambang ilegal di Marbuk, Bangka Tengah. (her/wb)

KOBA, www.wowbabel.com -- Aktivitas Tambang Inkonvesional (TI) ilegal di Kawasan Pungguk, Marbuk dan Kenari di Kecamatan Koba, Bangka Tangah kembali marak. Padahal, sudah sejak lama meresahkan masyarakat.

Masyarakat sudah berulangkali mengadukan permasalahan ini kepada pihak penegak hukum. Namun tidak juga ada tindakan tegas bahkan terkesan melakukan pembiaran.

Kepala Lingkungan (Kaling) Kelurahan Berok Ichrom mengatakan, dengan tegas bahwa masyarakat Berok menolak aktivitas tambang ilegal tersebut karena dapat menyebabkan lingkungan rusak dan banjir.

"Dari pertama kami sudah menolak aktivitas tambang ilegal tersebut karena berdampak terhadap kerusakan lingkungan dan akan menyebabkan banjir dan kami juga sudah sering kali melaporkan hal ini kepada aparat penegak hukum tapi tidak ada tindakan yang membuat efek jera bahkan saat ini para penambang semakin merajalela," terangnya.

Hal senada diungkapkan oleh Lurah Berok Hartono yang menjelaskan pihaknya tidak pernah memberikan rekomendasi maupun izin untuk melakukan penambangan di kawasan Pungguk, Marbuk dan Kenari.

"Kami dari pihak Kelurahan Berok tidak punya kewenangan dalam melakukan penindakan terhadap para penambang karena dasar dalam menegakan hukum ada di pihak kepolisian," ungkapnya Senin, (4/1/2021).

Ia menambahkan, beberapa waktu yang lalu ada pihak dari PLN Rayon Koba yang datang ke Kelurahan mengeluhkan terkait aktivitas tambang Ilegal yang melakukan penambangan di bawah tiang SUTET khawatir roboh dan dapat menggangu aliran listrik.

"Kami dari pihak Kelurahan Berok tidak bisa berbuat banyak karena tidak memiliki kewenangan paling hanya sebatas komunikasi dengan aparat penegak hukum agar aktivitas tambang tersebut dihentikan," ulasnya (her/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL