Pemkot Pangkalpinang Keluarkan SP3, Tiga Lokalisasi Bakal Tutup Permanen

Caption: Penertiban di Lokalisasi Teluk Bayur. (dok/wb)
Caption: Penertiban di Lokalisasi Teluk Bayur. (dok/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil alias Molen menyatakan saat ini pihaknya telah mengeluarkan Surat Peringatan Ketiga (SP3) terhadap kawasan lokalisasi yang berada di seputaranKota Pangkalpinang.

"SP3 kita sudah selesai, Pak Efran sudah saya telepon. Sudah kita sepakati bersama waktu rapat terakhir, bahwa selesai SP3 semuanya harus ditutup. Enggak ada lagi," tegas Molen, Senin (4/01/2021).

Menurut Molen, penertiban atau penutupan secara permanen tempat prostitusi itu telah sepakati bersama oleh pihaknya. Hanya saja, dibalik keputusan itu terdapat aturan dan norma-norma yang harus hormati. 

"Nanti setelah SP3 ini kita laksanakan kita lihat mereka, kita tidak mau ada benturan tapi tetap tujuan adalah menutup semua lokasi itu. Bulan ini Insya Allah sudah bersih semua," kata Molen.

Sebagaimana diketahui, Pemkot Pangkalpinang telah mengeluarkan kebijakan tentang penutupan secara permanen tempat-tempat lokalisasi yang berada di seputaran Kota Pangkalpinang.

Pemkot Pangkalpinang pun memberikan batas waktu  peringatan terhadap tiga lokalisasi yang berada di Kota Pangkalpinang, untuk menutup dan mengosongkan tempat prostitusi tersebut. Ketiga warung remang-remang itu diantaranya lokalisasi di kawasan Pasir Padi, Teluk Bayur,dan Parit 6.

Namun ironisnya, dibalik kebijakannya itu, publik sempat dikejutkan soal video yang beredar mengenai adanya keterlibatan oknum yang disebut-sebut sebagai fasilitator untuk membekingi para pemilik lokalisasi di Pangkalpinang. 

Video yang sempat viral itu, merekam dengan jelas wajah oknum tersebut sedang menjelaskan cara kerja untuk bermain aman praktik prostitusi. 

Soal video viral yang beredar luas di media sosial tersebut, Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil alis Molen beberapa waktu lalu, mengaku tidak tahu apapun soal bisnis haram yang dilakukan oleh oknum tersebut.

"Saya tidak bisa memastikan itu, karena itu bukan ranah kita lagi. Kalau memang itu salah secara pidana silakan diproses secara hukum, yang pasti kami sedikitpun tidak. Kalau di ranah hukum proses secara hukum," tegasnya.

"Menurut saya yang pasti kami tidak. Lillahi ta’'ala. Sudah gila mengambil yang seperti itu, masih ada rezeki lain," tukas Molen.(hhd/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL