PDAM Tirta Pinang Merugi, Gaji Karyawan Belum Dibayar

Caption: irektur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Pangkalpinang Juniar Nantjik. (hdd/wb)
Caption: irektur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Pangkalpinang Juniar Nantjik. (hdd/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Pangkalpinang Juniar Nantjik, mengakui kondisi keuangan perusahaan saat ini merugi sehingga terkendala membayar gaji para pegawai.

Kondisi merugi ini berlangsung sejak pandemi Covid-19. Hal itu juga berkaitan dengan penundaan pembayaran iuran dari para pelanggan. Meski begitu, perusahaan sejauh ini tidak berhutang akibat kondisi tersebut.

"Iya merugi, jadi semenjak bulan Mei atau saat Covid-19 jadi defisit.  Misalnya banyak kekurangan bayar sebesar Rp 300-500 ribu, jadi mereka minta bayar setengah karena dalam kondisi Covid-19 ini," ujar Juniar, Selasa (5/1/2021).

"Kalau perusahaan tidak ada hutang, tidak ada. Kondisi merugi semenjak pandemi Covid-19, banyak yang minta penundaan bayar," ungkapnya.

Ia tak menampik hal ini sangat berpengaruh terhadap pembayaran gaji para pegawai. Jumlah karyawan PDAM Kota Pangkalpinang sendiri terdapat 57 orang, 47 diantara merupakan pegawai tetap.

Namun, katanya, kondisi itu tidak berpengaruh dengan kewajiban membayar biaya PLN dan kebutuhan bahan kimia.

"Kami tertunda di situ, tapi hal ini sudah kami bahas. Karena duitnya perlu dikumpulkan dulu karena tidak bisa langsung, sebelum tanggal 20 harus dibayar dan termasuk biaya PLN.  kami merugi ini cuma telat bayar gaji saja. Untuk lain-lainya kami tercukupi seperti PLN dan biaya lainnya," jelas dia.

Sistem pengajian direktur dan para pegawai lainnya dibayar sama halnya seperti gaji Aparatur Sipil Negara (ASN). Untuk tunjangan juga akan didapatkan oleh semua para pegawai namun tidak untuk Dewan Pengawas.

"Untuk gaji kami ada kolom gaji, sama juga dengan PNS. Dia ada standar yang kita adopsi dengan gaji PNS. Misalnya SMA, D3, S1, dan juga tingkat tahunnya. Untuk tunjangan semuanya dapat, hanya untuk dewas tidak. Ada aturan," kata Juniar.

"Mungkin Insya Allah bulan ini sudah kami rapatkan, mau dibentuk (dewas-red). Dewas ini karena pelanggan kami di bawah 10 ribu yang baru enam ribu, jadi baru satu," ujar Juniar.

Juniar mengungkapkan bahwa  kondisi seluruh PDAM di Indonesia saat ini hampir kehilangan 37 persen pendapatannya karena pandemi Covid-19. Adapun, PDAM Pangkalpinang saat ini memiliki pelanggan sekitar 6000 pengguna.

"Terget pengguna di tahun 2020 itu sekitar 7000 pelanggan, cuma 6000. Target pendapatan sebulan itu sekitar Rp 800 juta, itu juga harus turun kelapangan. Kalau tidak begitu paling kuatnya Rp 500 juta lebih. Kita juga bikin surat penagihan untuk yang tiga hingga empat bulan," katanya.

Disinggung mengenai kondisi perusahaan merugi, namun  santer dimana disebut sebut gaji pimpinan malah dibayar besar. Ia membantah hal ini. 

"Tidak juga, kita memang sudah standar untuk gaji dan aturannya. Gaji kami itu 40 persen daripada biaya, mulai dari bayar PLN, bahan kimia dan sebagainya," tegasnya.

"Kita juga sebenarnya susah tapi pertama kali pelanggan kami hilang. Kita tidak berpikir untuk tahun ini saja, tetapi juga untuk kedepannya kerena cari pelanggan itu susah," kata Juniar.

Selain itu, Juniar mengatakan akan tetap berupaya untuk meningkatkan kinerja perusahaan dengan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk BPKP. 

"Kinerja ya, pertama kali kami sudah melakukan bimtek dan memanggil BPKP untuk belajar management, akuntansi. Biasanya kami ngirim pegawai keluar, tapi saat ini karena Covid-19," kata Juniar.

"Dulu saya masuk sini, kan, sakit posisinya. Sekarang hasil audit BPKP, kan sehat dalam arti kata masih terbata-bata. Dulu tidak bisa ngomong kondisi sebelumnya. Kami tetap berupaya meningkatkan kinerja, dan tadi apa yang disampaikan Walikota juga," pungkasnya. (hdd/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL