Akiong, Pelaku Penyerangan Polantas Diduga Alami Gangguan Jiwa

Firman    •    Rabu, 06 Januari 2021 | 16:32 WIB
Lokal
Suradi alias Akiong (mengenakan kaos biru--red) saat diamankan di Kantor Ditlantas Polda Bangka Belitung.(fn/wb)
Suradi alias Akiong (mengenakan kaos biru--red) saat diamankan di Kantor Ditlantas Polda Bangka Belitung.(fn/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com  -- Suradi alias Akiong, pelaku penyerangan terhadap anggota Ditlantas Polda Babel, langsung diantar pihak Polda Babel ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sungailiat, Rabu (6/1/2021) siang.

Video penyerangan Akiong ini sempat viral, lantaran ia menyerang seorang Polantas anggota Ditlantas yang sedang mengatur lalulintas di perempatan lampu merah Semabung Lama, Kota Pangkalpinang, tepatnya di persimpangan menuju ke Kantor Gubernur Bangka Belitung, Rabu (6/1/2021) sekitar pukul 10.30 WIB.

Pria satu anak ini sempat dihentikan oleh polisi lantaran diduga menerobos lampu merah, namun Akiong malah emosi dan langsung menyerang petugas. Beruntung anggota Polantas yang lainnya mampu melerai dan mengamankan Akiong.

Dalam video berdurasi satu menit satu detik tersebut, terlihat anak Akiong pun sempat histeris menyaksikan orang tuanya menyerang polisi.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Babel, Kombes (Pol) Hindarsono membenarkan jika ada anggotanya yang secara tiba-tiba diserang saat bertugas.

"Sebelumnya kejadian pelaku melakukan pelanggaran lalulintas dengan menerobos lampu merah, lalu petugas menegur dan memberikan penerangan terhadap pelaku. Tidak tahunya tiba-tiba yang bersangkutan langsung melakukan penyerangan terhadap anggota yang sedang bertugas," kata Kombes (Pol) Hindarsono, Rabu (6/1/2121) siang.

Menurut Hindarsono, anggotanya tidak gegabah dengan aksi penyerangan yang dilakukan Akiong.

"Alhamdulillah anggota tidak gegabah, dengan pelaku yang menyerang anggota kita, dan langsung mengamankan pelaku," imbuhnya.

Hindarsono menambahkan, usai mengamankan Akiong pihaknya langsung memanggil kedua orang tuanya untuk dilakukan mediasi.

"Pelaku langsung kita bawa ke Kantor Ditlantas, dan memanggil orang tuanya, untuk kita lakukan mediasi,” ujarnya.

Hindarsono juga menyampaikan yang bersangkutan diduga mengalami gangguan kejiwaan atau depresi.

"Yang bersangkutan ini, diduga mengalami gangguan kejiwaan, karena 10 tahun yang lalu (Suradi-Akiong) pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ)," ungkap Dirlantas.

Ditambahkan Hindarsono, pihaknya membawa Akiong ke Biddokkes Polda Babel untuk memeriksa urinenya.

"Kita juga sudah membawa yang bersangkutan ke Biddokkes Polda Babel, untuk dilakukan pengecekan urine dan hasilnya pun negatif tanpa mengkonsumsi narkoba, cuma yang bersangkutan habis mengkonsumsi minuman keras, jenis arak," tutur Hindarsono.

Dikatakan Hindarsono, pelaku bisa saja dikenakan tindak pidana UU KHUP, tapi berhubung yang bersangkutan mengalami gangguan kejiwaan sehingga dilakukan perdamaian.

"Pengakuan dari orang tua pelaku pun, memang benar pelaku itu mengalami gangguan kejiwaan, jadi kita tidak lakukan proses hukum dan penahan, dan sudah memaafkan pelaku," tukas Hindarsono.(fn/wb)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL