Awal 2021 Harga Timah Dunia Tembus 21.200 USD Metrik Ton

Tim_Wow    •    Rabu, 06 Januari 2021 | 17:18 WIB
Nasional
Caption: Harga timah dunia.
Caption: Harga timah dunia.

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Harga timah dunia diawal tahun 2021 menembus 21.000 USD per metrikton. Padahal sepanjang tahun 2020 lalu harga timah tertekan, bahkan sempat mencapai level terendah 13.000 USD per metrikton akibat sistuasi global Covid-19.

Memasuki tahun 2021 harga timah dunia mulai melejit diduga melemahnya dolar AS dan kekhawatiran penutupan kembali beberap negara di Eropa akibat pandemi Covid-19 memicu sejumlah komoditas logam ini naik drastis.

Pada Selasa (5/1/2021) untuk kontark tiga bulan harga timah di London Metal Exchange (LME)  melewati level  21.200 USD per metrikton sementara tembaga naik tipis di atas  7.900 USD per metrikton. 

“Selama perdagangan pagi pada Selasa 5 Januari, dengan dolar melemah terus diimbangi oleh kekhawatiran tentang lockdown baru di Eropa dan Georgia. Sereta kecemasan pemilihan presiden putaran kedua di Amerika Serikat meneybabakan harga logam naik,” tulis metalbulletin.com. 

Harga timah untuk kontrak tiga bulan melampaui 21.000 USD permetrikton untuk pertama kalinya sejak April 2019.

 “Pasar, secara umum,  masih menahan untukmelihat  implikasi peristiwa di AS dan dampak ekonomi global akibat Covid-19 saat Inggris mengalami lockdown lagi,” ujar direktur Kingdom Futures Malcolm Freeman.

Sementara itu PT Timah Tbk sebagai produsen timah  tersebsar  dalam siaran pers November 2020 lalu  memperkirakan jika harga timah dunia kembali ke level terbaik di atas 20.000 USD per metrikton pada awal tahun 2021. 

Dalam keterangan pers itu juga disampaikan bahwa jika uji  coba vaksin di beberapa negera termasuk Indonesia pada awal tahun 2021 membawa harapan baik  pulihnya pasar komoditas logam.  

PT Timah mencatat pada  kuartal III?2020 permintaan logam  timah tercatat 85,7 kiloton atau naik sebesar 8,07% dibandingkan kuartal  sebelumnya sebesar 79,3 kiloton. Defisit logam timah pada kuartal III?2020 menyebabkan harga logam timah terus membaik dan berpotensi kembali ke harga yang bagus di awal tahun 2021. 

TINS  mencatatkan  ekspor  timah  sebesar  98%,  sedangkan  sisanya  untuk  pasar  domestik. Adapun tujuan negera ekspor timah dri Indonesia  dikuartal III tahun 2020 adalah negara di Asia 68%, Eropa 15%, dan Amreika 15%.  

Untuk kinerja operasi  TINS sampai  dengan kuartal III?2020   produksi  bijih  timah  sebesar  34.592  ton atau  turun  sebesar  47,44%  (2019:  65.819  ton).  Dari  pencapaian  tersebut  74,56%  berasal  dari  penambangan  darat,  sedangkan  sisanya 25,44% berasa dari penambangan laut. Produksi logam  timah pada kuartal III?2020 sebesar 37.588  ton atau  turun sebesar 35,37% (2019: 58.157 ton) . (wb)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL