Yulian Andhika, Pramugara Asal Sungailiat Jadi Korban Sriwijaya Air SJ-182

Dwi H Putra    •    Minggu, 10 Januari 2021 | 19:25 WIB
Nasional
Almarhum Yulian Andhika.(ist)
Almarhum Yulian Andhika.(ist)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com - Kecelakaan yang dialami Pesawat Sriwijaya Air SJY-182 tujuan Jakarta - Pontianak, Sabtu (9/1/2021) sore membuat duka tersendiri bagi keluarga pramugara, Yulian Andhika (33) warga Gang Sedulang, Kelurahan Sungailiat, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka. 

"Komunikasi terakhir yang pernah dilakukannya bersama kami pada akhir tahun lalu," kata Kakak Perempuan Dhika, Emi di Sungailiat, Minggu (10/1/2021).

"Senin dia pernah nelpon, tapi karena ada kerjaan tidak ayuk (saya--red) angkat. Kemudian, pas ayuk nelepon balik, dia juga tidak sempat mengangkat teleponnya," ujarnya.

Lanjut Emi, Dhika merupakan anak bungsu dari enam bersaudara pasangan Junaina dan Alm Sidiq. Ia sosok pria yang beretika baik, pekerja keras serta ramah kepada semua orang.

Dhika juga dikenal mandiri pernah mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Sungailiat, lalu SMP Negeri 1 Sungailiat dan menyelesaikan pendidikan menengah kejuruan di SMK Yapensu Sungailiat, semenjak dirinya menduduki bangku SMK kemandirian itu lebih terlihat, ketika dirinya usai terpilih menjadi Bujang Bangka, dalam ajang pemilihan Bujang dan Miak Bangka tahun 2007.

Emi pun mengaku mendapat kabar tentang pesawat Sriwijaya terkait hilang kontak saat melakukan penerbangan tersebut, dari keluarga mereka yang kebetulan juga bekerja di maskapai itu.

"Dia juga tahu, mungkin dari grup kantor mereka. Lalu, dia kasih tahu ke kami. Kru lainnya juga ada nelepon ayuk. Kami masih menunggu kabarnya seperti apa," terangnya.

Terkait apakah ibunda sudah mengetahui hal ini, Emi menambahkan ibu saat ini sudah berumur 73 tahun dan kini hanya bisa duduk diam di kursi roda.

"Ibu sekarang, tidak bisa apa-apa. Dia sakit, sudah lama menggunakan dan duduk di kursi roda. Tapi, tadi dia sempat sadar dan meneteskan air mata, mungkin dia ingat Dhika," tandasnya.

"Ando anak bungsu dari enam bersaudara, harapan besar keluarga, pastinya kami ingin selamat. Setidaknya, kalaupun kemungkinan terburuk terjadi, jenazah bisa ditemukan," pungkas Emi.

Bupati Bangka, Mulkan SH MH, ketika dikonfirmasi terkait adanya warga Sungailiat yang diduga masuk daftar korban Sriwijaya Air SJ-182 menyampaikan kabar duka atas kejadian tersebut.

Dirinya atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka, ikut prihatin mendengar kabar, tersebut.

"Kami do'akan yang terbaik demi kesalamatan korban pesawat Sriwijaya yang jatuh itu. Harapan terbaik kita mereka bisa selamat," harap Mulkan.

Hal senada diungkapkan Wakil Bupati (Wabup) Bangka, Syahbudin Sip, juga menginginkan penelusuran dugaan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJY-182, tujuan Jakarta-Pontianak, dapat dilaksanakan sebaik mungkin.

"Para keluarga penumpang, khususnya keluarga besar Dhika salah seorang pramugara pesawat bersangkutan dapat tabah menerima cobaan ini," tukasnya.

"Terlebih buat ibunya, semoga segera menemukan titik terang, semua keluarga dapat tabah dan bersabar menunggu proses pencarian yang telah dilakukan pihak terkait," pungkasnya. (dwi/wb)



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL