Bahaya Mengkonsumsi Makanan Rendah Karbohidrat

Tim_Wow    •    Senin, 11 Januari 2021 | 14:40 WIB
Lokal
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Diet dengan makanan rendah karbohidrat menjadi salah trend dan pilihan untuk menurunkan berat badan. Mereka yang melakukan diet makanan rendah karbohidrat tidak akan mengonsumsi nasi, roti atau mi serta sejenisnya.

Namun demikian hendaknya diet rendah karbohidrat jangan  terlalu ekstrim, lantaran bisa merugikan kondisi tubuh. Karbohidrat juga penting bagi tubuh terutama untuk metabolisme dan menghasilkan energi.

Kekurangan karbohidrat juga bisa mempengaruhi jumlah protein yang digunakan untuk masa otot. Selain itu karbohidrat juga akan mempengaruhi kerja otak yang berasal dari energi yang dihasilkan protein.

Dari hasil penelitian ahli gizi, berikut bahaya diet rendah karbohidrat jika dilakukan terlalu ekstrim: 

Risiko Kematian Dini Lebih Besar 

Orang yang mengonsumsi makanan rendah karbohidrat berisiko lebih besar mengalami kematian dini. Ini diungkapkan Maciej Banach, penulis studi, dikutip dari laman Quartz.

Berdasarkan penelitian tersebut, mereka yang mengonsumsi makanan rendah karbohidrat  mungkin meninggal secara prematur karena penyakit jantung koroner, stroke, dan kanker. 

Kehilangan Banyak Nutrisi 

Karbohidrat  mengandung banyak nutrisi penting, seperti vitamin, mineral, serat, antioksidan, prebiotik, dan lemak sehat. Kekurangan nutrisi ini berpotensi memengaruhi fungsi kekebalan, kesehatan kognitif, serta meningkatkan risiko penyakit jantung dan Alzheimer.

Lantaran serat terbaik ditemukan pada karbohidrat, yang berfungsi menurunkan risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, stroke, dan penyakit pencernaan lain.

Bisa Sebabkan Keto Flu

Keto flu, kondisi ini tidak melibatkan demam atau infeksi. Melansir Health Central, gejalanya adalah kelelahan, sakit kepala, murung, masalah tidur, diare, dan sembelit (karena kekurangan serat).

Kemungkinan, penyebabnya adalah karena kehilangan cairan dan elektrolit. Karbohidrat membantu tubuh menahan air serta elektrolit seperti magnesium, kalium, dan natrium.

Kalium berperan penting dalam mengatur tekanan darah, mengirim impuls saraf yang memberi tahu otot untuk berkontraksi. Tak heran, penurunan kalium dan elektrolit lain bisa menyebabkan sakit kepala dan kelelahan.

Bisa Sebabkan Divertikulitis

Diet rendah karbohidrat berisiko mengembangkan pertikulitis. Kondisi ini ditandai dengan adanya kantong yang terbentuk di dinding usus besar.

Jika makanan yang dicerna terperangkap di kantong ini, bisa menyebabkan pembengkakan atau infeksi. Gejalanya adalah mual, muntah, diare, sembelit, hingga kram dan pendarahan rektal.(bbs/*)




TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL