Sidang Lanjutan Tipikor BPRS Muntok, Penasihat Minta Hanom Dibebaskan

Firman    •    Senin, 11 Januari 2021 | 18:18 WIB
Lokal
Sidang lanjutan kasus tipikor PT BPRS Cabang Muntok.(fn/wb)
Sidang lanjutan kasus tipikor PT BPRS Cabang Muntok.(fn/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Sidang tindak pidana korupsi (Tipikor) yang menyeret dua mantan pejabat PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Provinsi Bangka Belitung, Cabang Muntok, Kabupaten Bangka Barat, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang, Senin (11/1/2021).

Dalam persidangan kali ini, masih agenda nota pembelaan dari Penasihat Hukum (PH) Kurniatiyah Hanom, yaitu Dharma Illahi. 

Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Rendra Yozar Dharma Putra, dengan dua anggota hakim lainnya, Iwan dan Erizal, dengan tidak menghadirkan dua tersangka dan hanya menggunakan video telekonferensi.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Dr Agung Dhedi Dwi Handes mengaku, optimis kuasa hukum mantan Kepala Cabang PT BPRS Cabang Muntok, Dharma Illahi untuk membebaskan klien, yakni Kurniatiyah Hanom dari jeratan hukum.

"Kita tetap menghormati Penasehat Hukum (PH) dari terdakwa Kurniatiyah Hanom atas pembelaan, dan kami selaku Jaksa Penuntut Umum tetap dengan tuntutan, apa yang tadi pembelaan disampaikan oleh penasehat hukum, terlihat memang agak kesulitan untuk mencari celah dalam membebaskan kliennya karena fakta pemeriksaan persidangan dan alat bukti sudah terang benderang," ungkap Agung, usai sidang dengan agenda pembacaan pledoi kuasa hukum dan terdakwa Kurniatiyah Hanom di Pengadilan Tipikor, di Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Senin (11/1/2021) siang. 

Selain itu peran dari terdakwa Hanom tidak bisa dipungkiri sebagai orang yang paling bertanggung jawab terhadap tindak pidana korupsi (Tipikor) di PT BPRS Muntok.

"Tadi, sudah diuraikan oleh PH nya sendiri, mereka kesulitan untuk merangkai antara pembiayaan fiktif dan penggunaan dana angsuran nelayan yang dikelola oleh terdakwa Hanom, jadi fakta persidangan dan alat bukti sudah jelas di situ, tapi kami menghormati penasehat hukum," katanya.

Agung juga meyakini dan merasa optimis bahwa perkara ini terbukti secara sah dan meyakinkan, kalau terdakwa Hanom akan dijatuhi hukuman setimpal dengan perbuatan Tipikor yang dilakukan.

"Yang paling penting dari penuntut umum sudah membuktikan semua dari pihak-pihak yang terlibat sudah diuraikan dalam surat tuntutan, apakah nanti majelis hakim sependapat dengan JPU, ada pihak lain yang diminta pertanggungjawaban secara hukum, kita tunggu hasil putusannya," tandas Agung.

Sementara itu, PH Kurniatiyah Hanom, Dharma Illahi malah berbanding terbalik dengan tuntutan Jaksa.

Menurut Dharma, sidang kali ini justru berbanding terbalik dengan tuntutan jaksa, dan ia malah tidak sepakat dengan penetapan Undang-Undang Tipikor yang dituntut JPU terhadap kliennya.

"Kami menitik beratkan pada Undang-Undang Perbankan, yang kedua, sesuai dengan keputusan kami akan melakukan permohonan kepada majelis hakim, agar klien kami ini pengen lepas karena empat unsur tindak pidana tidak terpenuhi, satu unsur yang terpenuhi menurut hemat kami," tukas Dharma.(fn/wb) 



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL